Showing posts with label lagu. Show all posts
Showing posts with label lagu. Show all posts

Saturday, December 23, 2017

Ibu, maafkanlah aku... (A belated Mother's day greetings)

Here laid down my beloved mom


“Kamu merawat Ibumu sambil menunggu kematiannya. Sementara Ibumu merawatmu sembari mengharapkan kehidupanmu”.
— Umar bin Khattab Ra


“Yas, could you build me a home?”


Minggu itu adalah minggu terakhir kalinya Saya bertemu dengan dia. Seorang wanita yang berbaring lemah di atas tempat tidurnya dengan tubuh yang semakin tirus.

Saya tidak menyadari bahwa itu adalah tanda terakhir yang diberikan olehnya sebelum akhirnya dia pergi selama-lamanya. Saya sempat “memaksa” nya untuk makan sesuap nasi beserta sup dan pudding kesukaannya. Walaupun pada akhirnya semua makanan itu tumpah kembali lewat mulutnya berupa cairan hijau seperti “klorofil”. Entah kenapa, Saya yang biasanya sangat jijik dengan muntah, langsung menenangkan ibu yang panik karena lantai menjadi kotor dan seprai di kasur berubah warna.

“It’s ok, mom. I’ll take over this.” ujar saya dan dengan segera membersihkan lantai dan mengganti seprai.

Andaikan Saya tahu ini adalah minggu terakhirku melihat wajahnya lagi, mungkin saya akan terus berada di rumah saja menemani hari-hari terakhirnya. Namun yang terjadi Saya malah kembali ke kost-an di Bekasi dan sibuk dengan segala hal.

Kemudian, Saya merasa enggan untuk pulang ke rumah minggu itu. Semua kakak-kakak saya sedang berkumpul di rumah untuk menghibur ibu. Saya ingin menyelesaikan beberapa urusan yang menunggu deadline nya, padahal itu adalah long weekend, Senin libur bertepatan dengan hari raya nyepi.

Tak lama, sebuah message masuk lewat ponsel saya, “Yas, mom sudah gak ada.” Pesan yang singkat dan padat dari kakak saya.

Pardon me? What actually did you mean?

Detik berikutnya ponsel saya kembali dibombardir dengan pesan-pesan serupa yang membuat Saya lemah tak berdaya. Saya menelepon balik kakak saya,

What did you mean? Are you serious? Don’t fool me!” Saya meradang keras. 

Namun kakak saya hanya mengatakan, “You can see her by your eyes!”. 

Saya menangis mearung-raung sendirian di dalam kamar kost. Minggu itu jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Kakak-kakak saya yang lain menyarankan “Don’t ride a motorbike in this situation. You won’t be focus,” Tapi Saya tak memedulikannya. Saya menangis sepanjang perjalanan. 

“Mom… why? Why you leave me? Why? Why?”

Saat Saya berada di Rumah sakit tempat beliau dibawa tadi, Saya melihat kakak saya sedang duduk di samping tubuh ibu yang sudah terbujur kaku dengan wajah yang sudah ditutupi kain. Saya menangis sejadi-jadinya. 

“Mom….why? Why? I can’t bear this,” 

Yang ada pada saat itu adalah rasa penyesalan yang amat sangat kepada ibu saya. Kenapa saya tidak pulang dengan cepat? Kenapa saya masih sibuk bekerja? Kenapa saya… Kenapa saya?? Dan segudang penyesalan yang menggunung tinggi. Bahkan saat jenazah ibu dibawa pulang ke rumah pun, saya hanya jatuh tersungkur di kamar dan tak berhenti menangis. Beberapa kawan-kawan dan sahabat saya berusaha menghibur, namun I really feel nothing. I'm lose a single piece of puzzle in my heart. It tears me down, it breaks me so hard. Sampai ketika ibu saya dimasukkan ke dalam liang kuburnya pun saya seperti tak rela. Mengingat wajah tuanya saja sudah membuat saya susah untuk bernafas dan lagi-lagi….feel nothing!

Sehari setelah kepergiannya, gairah hidup saya menurun drastis. Saya berhenti makan untuk beberapa hari. Bahkan sesudahnya, usai makan saya selalu memuntahkan semua isi perut saya. Air mata selalu mengalir dalam kondisi apapun. Walaupun berusaha untuk tegar, kemudian saya akan berlari ke kamar mandi untuk menangis. Semangat hidup saya pun meredup. Mengingatnya kembali memberikan dampak yang sangat tidak baik bagi hidup saya. It really hard to move on! Sakitnya lebih sakit dari apapun, terlebih jika kau sangat akrab dengan ibumu. 

Selama 3 bulan dan kemudian 1 tahun perlahan-lahan saya mulai bangkit menata hati saya yang pecah. Walaupun sekarang mungkin sudah utuh kembali, tetapi bekasnya itu masih kentara. Layaknya sebuah gelas yang pecah dan kau menambal pecahannya agar utuh kembali, namun gelas itu masih ada bekasnya bukan?

Hanya Allah lah yang akhirnya menguatkan kaki ini untuk berdiri tegak kembali dan menatap sinar pada ujung sebuah kegelapan.

***

Saya dan ibu bisa dikatakan sangat akrab. Saking akrabnya, seorang sahabat pernah berkata, 

“Yas, ada gak ya hubungan anak dan ibu yang segila kamu?” 

Ya, saya sangat akrab. Bila ibu saya sedang makan dan saya melihat makanan yang dimakannya enak, pasti saya langsung minta disuapin dari piring ibu saya. Kadang saya tidur bersama ibu saya sambil menganggap tubuhnya sebagai guling. Kalau saya sedang gemes, pasti pipi ibu saya yang mulai keriput itu menjadi sasaran saya. Sering juga bergelayut manja di bahunya atau sekedar mencandainya. Jika ibu saya sedang marah, maka saya selalu meniru gesture-nya sehingga membuat ibu saya makin tambah marah. Tak lama kemudian tertawa. Kalau sedang gajian, sering membelikannya makanan yang enak-enak, yang ujung-ujung tak pernah dimakannya melainkan diserbu oleh keponakan-keponakan saya. Jika melihat baju daster pasti maunya beli untuk ibu saya. Maka dari itu teman saya merasa hubungan saya dan ibu saya “gila” karena bisa bercanda layaknya teman.

Suatu malam saat saya masih kuliah di Yogjakarta, telepon di rumah kost saya berdering. Waktu itu pukul satu malam dan saya masih asyik berkutat dengan tugas kuliah. Bapak kost yang mengangkat waktu itu dan suaranya terdengar sampai kamar saya yang kebetulan berada tak jauh dari tempat telepon itu berada. Tak lama Bapak kost itu memanggil saya, “Yas, telepon dari Jakarta.” Saya agak kaget karena jika telepon tengah malam itu biasanya mengabarkan berita yang kurang enak. Saya pun menerima telepon itu. Suara bapak saya.

“Ada apa, Pak?”

“Ini, ibumu terbangun di tengah malam dan ingat kamu,”

“Terus?”

“Dia nangis dan mau tau kabar kamu,”



Begitulah ibu saya. Selalu kepikiran sama anaknya. Bahkan sampai tengah malam di jarak 350 kilometer.

Beberapa ribu jam setelahnya saat saya pulang ke rumah pada masa libur kuliah, beberapa orang menceritakan kepada saya bahwa ibu saya tidak makan karena selalu mengingat saya! Bagi saya itu mungkin terlihat mengharukan sekaligus lebai apalagi saya bukan tipikal drama king.

Dan setelah kepergian ibu saya maka wajarlah bagi saya begitu kehilangan beliau. Setiap hari saya merinduinya, menangis untuknya dan terdiam untuknya. Rasa sakit itu begitu susah dilupakan hingga kini. Melihat fotonya saja atau berziarah ke kuburnya langsung mengungkit luka lama. It hurts me bad! Even I didn’t want to live anymore!

Teringatlah dosa-dosa saya pada ibu saya. Dulu saya sering sekali meninggalkannya di rumah dengan alasan sibuk berdakwah di luar rumah. Sering menyakiti hatinya dengan kata-kata setajam pisau. Pernah tidak mematuhi apa yang menjadi nasehatnya. Pernah membohonginya dan lainnya. Bahkan saya tidak pernah memahami bahasa diamnya yang menandakan dia tidak suka. Tangis kekhawatirannya seringkali saya anggap sebagai suatu hal yang berlebihan. Omelannya yang merupakan rasa kasih sayang sering saya anggap sebagai makian untuk saya. Ahhh… Ibu, andaikan kau ada disini, ingin aku memelukmu lagi dan mendekap tubuhmu erat.


Ibu, maafkanlah aku…

Sungguh engkau merawatku dengan penuh kesabaran dan kasih sayang surga. 
Engkau merawatku dan membesarkanku dengan cinta yang terbuat dari permata yang tiada tandingannya. 
Namun, aku merawatmu tidak dengan sungguh-sungguh.

Ibu, maafkanlah aku…

Adakah jalan yang bisa kulalui agar kutahu bahwa kau redho dengan apa yang kulakukan? 
Adakah kesempatan bagiku untuk meminta maaf kepadamu lagi? 
Adakah kesempatan bagiku untuk melihat senyummu lagi?

Ibu, maafkanlah aku… 

Kau mendoakan aku dengan sepenuh hatimu. 
Kau meminta kepada Allah dengan keredhoan langit dan bumi. 
Kau meminta perlindungan yang paling hakiki agar aku tak salah jalan dan tersesat. 
Namun, aku begitu sombong untuk selalu menolak apa yang menjadi titahmu.

Ibu, maafkanlah aku…

Kau berjalan menembus malam hanya untuk mencari cahaya untukku. 
Kau tertatih menahan perih demi aku anakmu terhindar dari kesusahan. 
Kau tersenyum dengan senyum paling purnama yang menghalau resah dihatiku.

Ibu, maafkanlah aku…

Pada saat aku tak bisa lagi berbicara denganmu, 
pada saat aku tak bisa lagi menatap wajahmu, 
pada saat aku tak bisa lagi membaui khas tubuhmu, 
pada saat aku kehilangan arah, rasa sesal itu pun hinggap dan menghancurkan hari-hariku. 
Rasa penyesalan yang terus menggerogoti diriku akan betapa nista dan bodohnya aku, 
tak sempat meminta maaf hingga akhir hayatmu.

Ibu, maafkanlah aku…

Walaupun ku yakin kau sudah berbahagia di sana, 
namun aku akan selalu rindu…rindu dan rindu. 
Rindu berdetik banyak dan tak akan mungkin terbalaskan. 
Hanya lantunan doa yang menjadi penghubung rindu kita. 
Ku yakin kau sudah aman di sisi Allah.

Ibu, maafkanlah aku…

Kau merawat aku dengan penuh kasih 
dan aku merawatmu untuk menunggu kematianmu.


Oh, can you hear it in my voice?
Oh, can you see in my eyes?
Love for you is alive in me.
Oh, can you feel it in my touch
Know that I always have enough
Your love is alive in me…


Ibu… Ibu… Ibu… I really miss you so bad***(yas)







Bekasi, 23rd of December 2017
@Chicking Giant, 18.46 pm
Ibu aku rindu setengah mati…
Daffi bpk juga rinduuu….



Disinilah Ibu saya berbaring untuk selamanya


Seperti enggan melanjutkan hidup

Kau merawatku sambil menunggu kehidupanku

The last photo when she visited Mekkah




Sunday, November 19, 2017

Reputation : RIP The Old Taylor (Review)



Awal kemunculan album Reputation dimulai dengan teka-teki ular ini


“I’m sorry, the old Taylor can’t come to the phone right now,”
 “Why?”
 “Oh, cause she’s dead!”
 -Look What You Made Me Do-



Apa yang menjadi trending topic di twitter beberapa hari belakangan ini? Tentu saja, REPUTATION. Nama album ke enam Taylor Swift yang baru saja dirilis tanggal 10 November kemarin. Album tersebut langsung memecahkan banyak rekor di dunia permusikan, termasuk pemesanan 1 juta copy di Itunes yang menyebabkan Apple Store sempat lag untuk beberapa saat saking banyaknya pembeli yang ingin memiliki lagu-lagu terbaru Taylor Swift di Itunes. Hal lainnya, album ini menjadi album yang paling banyak di pre-order. Banyak rekor yang berhasil dipecahkan oleh album ini, termasuk video clip ‘Look What You Made Me Do’ yang paling banyak ditonton dalam waktu yang singkat.

Saya ingat sekali, beberapa waktu sebelum Taylor mengumumkan akan mengeluarkan album ini, saya sempat memosting sebuah foto di akun instagram saya dan menulis hashtag #TaylorSwiftPleaseComeBack karena pada saat itu Taylor Swift sudah cukup lama vakum setelah konser 1989 nya berakhir. Waktu itu Taylor juga broke up dengan Calvin Harris dan Tom Hiddleston. Calvin Harris menyerang Tay lewat akun twitternya namun tak ada respon dari Tay (ya, ampyun, aye ikutin gossipnya juga.Lol) Ditambah lagi Kanye West mulai gara2 lagi dengan memasukkan patung taylor dalam album gak terkenalnya “Famous”. Kim Kardashian ikut-ikutan dengan mengupload rekaman telepon Kanye dengan Tay dengan menambahkan icon ular yang kemudian indentik dengan Taylor. OMG! Kim apa yang kamu lakukan itu JAHAT! Pokoknya saat itu Tay diserang oleh para haters nya deh! Tidak lama kemudian akun sosial media Tay semuanya kosong alias Tay menghapus semua foto2nya. What happens with her?

Tak lama kemudian fans Tay dikejutkan dengan postingan Tay yang memperlihatkan video ‘makhluk yang bergerak’. Semua fans menebak-nebak kira-kira itu apa ya? Godzilla or something? Tay memosting video mahluk itu secara berkala yang memberikan ‘clue’ kepada para fans nya. Sampai akhirnya fans nya mengetahui bahwa mahluk itu adalah “SNAKE”. Kemudian muncul lyric video single pertamanya di album reputation : Look What You Made Me Do.

Satu persatu semuanya pun terungkap bahwa Tay akan mengeluarkan album baru yang berjudul Reputation. Banyak musisi yang merasa bahwa apa yang dilakukan Taylor pada album ini benar-benar luar biasa, her best masterpiece. Tay mengubah semua celaan dan cemohan menjadi suatu hal yang kreatif. Termasuk memasukkan unsur Snake yang indentik dengan dirinya. Di album ini juga Tay akhirnya not a sweet girl anymore, beberapa kali dia mengucapkan harsh words! Seperti yang dia bilang : Old Taylor has already died. Fans pun penasaran luar biasa dengan album ini. Joseph Kahn, sutradara beberapa video clip Tay, menyebut album ini sebagai “Monster”.


This is a monster!

Wah, pastinya keren banget ya kalau sampai Jo Khan aja bisa berpendapat kayak begitu. Saya beruntung bisa mendengarkan lagu-lagu Taylor bersamaan dengan album itu keluar. Sayangnya di Indonesia album ini belum keluar dan gak tau siapa yang akan menjadi distributornya, mengingat banyak toko-toko kaset/CD yang sudah tutup kan? Bingung deh, nanti beli itu album di mana. Dulu waktu 1989 rilis, saya nitip pada teman yang kebetulan pada saat itu sedang trip ke Amerika. Jadi merasa beruntung banget! Nah, kalo sekarang gimana ya?

Oke, sekarang kita bahas lagunya satu persatu ya!



List lagu Mbak Taylor


1. … Ready For It?

Lagu ini pertama kali saya dengar di Insta story nya akun Taylor Swift di Instagram. Pas denger lagu itu kayak ketemu pacar lama tapi gak tau pacar yang mana…hahaha… Sampai mengira ini lagu lamanya Tay yang belum saya dengar eh ternyata ini single kedua yang dirilis Tay setelah LWYMMD. Saya suka banget sama lagu ini karena musiknya pas banget dan gak biasa. Tay disini juga nge-rap dan membuktikan kualitas vokal dia. Wah dengernya aja saya bisa berkali-kali loh! Isi lagu kayak menggambarkan orang yang sedang jatuh cinta gitu. Mirip-mirip saya gitulah! Hahahah…


2. End Game Featuring Future and Ed Sheran

Omg! Lagu ini benar-benar DOPE! Sumpah lagu ini sebenarnya lagu sendu, berdasarkan liriknya, tapi Tay membuatnya jadi keren dengan hentakan beat dan paduan suara Future and Ed Sheran. Tay dan Ed disini menyanyikan liriknya dengan repetation yang, Ya ampyuunn….keren bingits!! Ini salah satu lagu yang saya suka di album ini.

" I swear I don't love the drama, it loves me "

3. I Did Something Bad

Lagi-lagi Taylor mengezutkan kita semua dengan kata “sh**” di lirik lagu ini. OMG! Old Taylor benar-benar sudah tiada (RIP Old Taylor). Beberapa liriknya juga membuat dia repetation lagi dengan kejutan-kejutan yang bener-bener bikin bertanya-tanya, “Ini seriusan Taylor Swift?”

If a man talks shit, then I owe him nothingI don't regret it one bit, 'cause he had it coming

4. Don’t Blame Me

Kali ini Taylor bikin musik yang mirip-mirip gospel gitu tapi isi liriknya tentang pengakuan dia ‘tergila-gila’ sama ‘someone’. Hahahah… Ditambah lagi musik distorsi nya di bridge, bikin makin kagum deh sama Mbak Tay ini. Gile… Mbak Tay kok kepikiran ya bikin musik kek begini?

Don't blame me, love made me crazyIf it doesn't, you ain't doing it rightLord, save me, my drug is my babyI'll be using for the rest of my life

5. Delicate

Ini salah satu lagu favorit saya. Mbak Taylor membuat musik di lagu ini kayak techno gitu, mirip musiknya Tatu, tapi saya lupa yang mana. Yang pasti di lagu ini banyak dentuman-dentuman yang bikin kita pengen goyang aja…hahaha… Terus liriknya juga lagi-lagi repetition, “isn’t it? Isn’t it? Isn’t it?” Hadeh…semakin lanjut track nya jadi semakin cinta deh…

'Cause I like youThis ain't for the bestMy reputation's never been worse, soYou must like me for me...

6. Look What You Made Me Do

Nah, kalau yang ini kayaknya sudah pada hafal kali ya… Secara single lagu ini aja pas pertama kali muncul udah langsung mecahin rekor. Belum lagi pas video clipnya muncul, dalam waktu beberapa hari aja udah ditonton sekian juta orang! Ya ampyun!! Lagu ini juga lagi-lagi masuk nomer 1 di BillBoard dalam waktu gak lama setelah rilisnya. Pokoknya comebacknya Mbak Taylor ini dimulai dengan lagu ini. Di lagu ini Taylor juga memberitahukan identitas barunya dia dan dia punya #reputation baru. Orang-orang sampai kaget pas tau di lagu ini Taylor lagi-lagi mengucapkan kata “B” word yang gak pernah ada di lagu-lagu dia sebelumnya! Lirik terkenalnya udah pasti “I’m Sorry The Old Taylor can’t come to the Phone right now!” Ditambah lagi video clip nya yang lagi-lagi bikin kita berdecak kagum. Kereeenn!!




7. So It Goes…

Untuk lagu ini Taylor kuat banget di liriknya. Musiknya juga lagi-lagi bikin kita kaget! Ini antara dark nya Taylor digabung sama sikap apatisnya, jadilah lirik yang super keren ini.

Come here, dressed in black nowSo, so, so it goes

8. Gorgeous

Ini adalah single ketiga yang Tay keluarkan video liriknya. Kalau menurut saya ini mirip-mirip Blank Space nya 1989. Dentuman dan suara drum nya di beberapa titik mirip banget sama Blank Space. Yang lucunya, di permulaan lagu ini ada suara anak kecil yang ternyata adalah suaranya James Reynold, anaknya Ryan Reynold dan Blake Lively. Pas lagu ini keluar, para gossiper langsung kaget dengan liriknya yang agak ‘nakal’. Jadilah mereka nebak-nebak sendiri, kira-kira siapa ya si Gorgeous itu? Hahahah…




9. Getaway Car

Masih belum selesai ya, kejutan yang diberikan sama Mbak Taylor. Lagu Getaway Car ini semakin kita kaget ajaaa… Mbak Tay di lagu ini memainkan unsur musik yang rame tapi easy listening. Ditambah lagi liriknya yang bikin orang lagi-lagi bertanya-tanya, ini kisah tentang siapa ya? Hahaha… Udah deh, mending nikmatin aja musiknya ketimbang mikirin gossipnya. Kalau menurut saya ini “Out Of The Wood” nya Reputation.


He was the best of times, the worst of crimes
I struck a match and blew your mind
But I didn't mean it
And you didn't see it

10. King Of My Heart

Kalau lagu ini si Mbak Tay lagi tergila-gila sama ‘someone’ nya. Kayaknya sih ini kisah si Mbak Tay dengan Om JA. Musiknya lagi-lagi bikin kita ‘nganga’. Mbak Tay memadukan dentuman drum, bas yang keren yang techno yang musiknya jadi rame tapi asyik. Kayak makan gado-gado gitu deh. Banyak yang dimasukin tapi rasanya jadi enak. Kamu bener-bener cerdas Mbak Tay!


'Cause all the boys and their expensive cars
With their Range Rovers and their Jaguars
Never took me quite where you do


11. Dancing With Our Hands Tied

Mbak Tay kali ini memadukan beat yang cepat dan dentingan one tuts piano di lirik-lirik awalnya, eh pas udah reff nya…. OMG! Semuanya berubah menjadi slow dan musiknya ikutan berubah dengan drum, piano, dan beat yang santai tapi asyik banget. Sumpah, ini jenius banget! Kalau menurut saya ini bener-bener orisinal buat album Reputationnya dia.

I, I loved you in secret
First sight, yeah, we love without reason
Oh, 25 years old
Oh, how were you to know and


12. Dress

Musik dibuka dengan pelan dan kayak-kayak gospelnya Amy Winehouse gitu. Eh, pas udah sampai ke Reff lagi-lagi Mbak Tay muter balik musik ini jadi kayak lantai disko. Ditambah dengan jentikan jari yang bikin lagu ini simpel tapi asyik.

All of this silence and patience, pining and anticipation


13. This is Why We Cant Have Nice Things

Waaahh…. Ini lagu kesukaan saya di album Reputation. Bagi saya ini ‘Bad Blood’ nya Reputation. Lagu dibuka dengan suara sirene dan repetation dari drum. Lalu bagian awal lagu ini menurut saya mirip musiknya Mbak Lorde. Pas bridge agak mirip ada suara piano yang mirip dengan di lagu ‘LWYMMD’. Nah, pas di reff berubah jadi ceria banget! Reff nya positif dan senang gitu. Setelah itu pas bridge lagi, ini yang bikin saya suka banget! Tay nyanyi dengan dentuman beat dan piano diikuti dengan backing vocal. Dan yang bikin kagetnya….. dia Ketawa ngakak! Ketawanya dia bener-bener asli gak dibuat-buat or jaim gitu. Bener-bener keren banget! Liriknya sendiri berisi tentang pengkhianatan, dan ‘musuh-musuh’ nya yang kayaknya gak suka Mbak Taylor ini tenang. Kalo menurut banyak orang, lirik ini adalah isi hatinya Taylor tentang Kanye West yang gak banget itu…Hahahah…

'Cause forgiveness is a nice thing to doHaha, I can't even say it with a straight face

14. Call It What You Want

Ini adalah single keempat Taylor di album Reputation yang dikeluarkan lirik videonya. Musiknya sendu tapi tetap nge-beat dengan lirik yang kuat. Bagi saya ini lagu yang slow listening dari semua lagu di album ini. Dan… ini juga lagu kesukaan saya di album ini. Paling enak dengerin lagu sambil duduk di tepi jendela bis, kereta, pesawat, sambil ngebayangin ‘seseorang’ di masa lalu. Hahahah… melow banget!







15. New Year’s Day

Inilah lagu penutup yang bener-bener slow. Tanpa beat, drum atau apapun kecuali piano yang dimainkan sama Mbak Tay. Kemudian diikuti sama petikan gitar di reff kedua. Pokoknya sendu-sendu gimana gitu deh… Lagu ini seolah jadi lagu perpisahan di Reputation ini. Aih… Mbak Tay, pinter banget deh, menutup album ini dengan sendu dan manis begini.




Nah, itulah review saya dari album Reputation Mbak Taylor Swift ini. Selain ini adalah album pembuktian Mbak Tay kalau dia adalah orang yang sudah move on, sekaligus membuktikan kalau dia out of her shell. Jadi dia gak akan peduli lagi orang mau bilang apa tentang dirinya. Intinya, The Old Taylor is Dead! Hahaha…

Untuk Indonesia sendiri, kemungkinan album ini akan ada di toko-toko CD or toko buku beberapa bulan setelah Reputation keluar di Amerika. Tapi jangan khawatir, lagu-lagu Mbak Tay udah bisa dibeli di Itunes. Yang pasti, selain CD, Taylor juga menyertakan Majalah Reputation nya satu paket dengan album itu. Beberapa musisi dunia dan kritikus musik yang mereview album ini memberikan respon yang amat sangat positif. Konon katanya, semua lagu di album ini akan dibuatkan lirik videonya atau malah video klip nya. Kalau saya pengen banget ngeliat video klip dari lagu : End Game, This is Why We Cant Have Nice Things, sama Delicate. Kira-kira bakal seperti apa ya? Heheheh…


Bonus Majalah 

Terakhir, saya memberikan album ini nilai 9.5 out of 10. Karena dedikasi Mbak Taylor yang bener-bener keren abis ini. Berkarya terus ya Mbak Taylor! Don’t let haters make you down! I’ll be waiting for your another project! Kalau nulis mau ketemu dia, mimpi kali yeee….hahahaha…***(yas)





Jakarta, 19th of November 2017
@my room, 00.11 am
Di PHP in sama adik sendiri… hiks