Friday, November 8, 2019

Look, Who Is Smiling Right Now?



Beberapa hari belakangan ini saya sedang mencoba merapikan Hardisk External saya. Mencoba untuk membuatnya menjadi teratur dengan memisahkan masing-masing folder pictures, document, music dll. Setiap file dari masing-masing folder itu pun diberikan nama yang lebih spesifik agar ketika mencari file yang dibutuhkan langsung ketemu. Juga menghapus segala macam file, gambar , musik dan lainnya yang menurut saya udah gak ada faedahnya.

Hingga saat saya membuka folder yang berisi kumpulan screen shoot dari berbagai chattingan grup WA, FB, dan lainnya, saya tertawa geli sendiri melihatnya percakapan-percakapan di screen shoot itu. Sebagian besar percakapan itu berisi argumentasi, debat, bahkan sampai makian kasar antara saya dengan beberapa orang. Segera saja beberapa screen shoot itu saya pindahkan ke "Trash" agar dosa orang tersebut tidak mengalir terus, lagipula saya juga sudah memaafkan. Dan tawa saya semakin geli saat saya menemukan screen shoot dari beberapa orang yang bersekutu melawan saya. Pesan itu berisi penghinaan, halusinasi, sindiran dan kata-kata yang kurang baik. Saya membayangkan masa-masa itu, saat saya diserbu beramai-ramai dan dianggap duri dalam daging di sebuah grup. Ramai-ramia menyindir saya, beberapa di antaranya bermain aman dengan tidka memilih kedua belah pihak. Namun waktu telah membuktikan segalanya. Akhir dari cerita itu pun berakhir ironis. Saya sengaja membiarkan screen shoot ini dalam hardisk external. Lumayan lah, untuk "kenang-kenangan" bagaimana saya berhasil menghadapi para pengkhianat ini.

Kisah ini bermula dari masalah uang dan beda pendapat. Waktu itu kami hendak mengadakan suatu acara di suatu tempat. Kami tidak mengetahui satu sama lain selain dari grup WA. Kami pun bertemu dan mendiskusikan kegiatan yang ingin kami lakukan. Waktu itu sebagai modal awal saya meminjami tim kami ini sejumlah uang sebagai modal. Kami pun sepakat, acara yang akan kami adakan ini hanya menyewa satu tempat. Namun dalam perjalanannya, banyak peserta yang berminat menghadiri kegiatan ini. Kami pun berembuk kembali apakah akan menambah tempat atau bagimana? Saya pribadi memberikan pendapat agar kita bermain aman saja. Sedangkan dua orang itu, sebut saja "Teh" dan "Mbak", merasa bahwa memerlukan dua tempat karena peminatnya yang antusias. Pada satu titik temu diputuskan tetap satu tempat saja karena Mbak dan Teh juga tidak berani menanggung resiko jika ternyata menyewa dua tempat tetapi peserta tetap tidak penuh. Mulailah keduanya menyindir-nyindir saya di grup, padahal keputusan sudah dibuat bersama.

"Saya sih maunya dua, tapi gak ada yang dukung,"
"Tuh, kan, saya bilang juga apa, coba dua tempat aja!"

Dan sindiran-sindiran yang lain, yang intinya adalah menyalahkan saya. Padahal kondisi keuangan pada waktu itu pun masih belum jelas. Peserta banyak yang hanya booking tapi belum transfer. 

Saya pun yang merasa disindir-sindir terbawa emosi juga. Saya bilang kepada Teh yang memegang dan mengurus keuangan untuk segera mengembalikan uang pinjaman saya sebagai ancaman. Teh dan Mbak tambah marah dan semakin menjadi-jadi menyindir di grup. Bahkan mereka (menurut info) bercerita kepada teman-teman yang lain tentang kejadian ini.

Saya memasabodokan apa yang mereka lakukan. Saya tetap bekerja dan menganggap permasalahan itu tidak ada. Bahkan ketika acara usai pun saat makan-makan mereka enggan mengeluarkan uang.

Setelah kejadian ini Mbak dan Teh mulai bersekutu memusuhi saya. Bahkan Mbak ketika berbicara kasar tanpa tedeng aling aling langsung saja di grup. Saya sendiri sengaja menahan. Si Mbak malah berhalusinasi kalau saya mencoba mendekati dia (cuih!). Dia bilang agar saya tidak usah menghubungi dia lagi karena dia kesal di "ciye" in sama teman-teman yang lain. Dia juga berkata jangan pernah meng-add dia lagi di FB. 

Iyeeeuuu!!! Hellaww!! Dulu si Mbak ini yang meng-add saya di FB. Dia juga yang meminta kepada saya untuk memasukkannya ke dalam grup. Plessss dia juga yang sering japri-japri saya buat sesuatu yang menurut saya receh banget! Hadeeehh...

Sedangkan si Teh juga mendukung si Mbak. Si Teh masih baper tentang uang pinjaman. Dia juga tertangkap basah mengirim pesan yang menjelek-jelekkan saya ke grup yang seharusnya untuk japri. OMG! 

Kedua orang ini kemudian mendapat angin segar ketika beberapa teman di grup yang belum mengenal saya atau iri tanpa alasan dengan saya. Satu orang, kita sebut saja Tong, sering menyindir-nyindir saya dan bercanda dengan arah menyindir saya dengan Teh dan Mbak. Padahal usia Tong jauh di bawah saya. Dia selalu menjadi pion terdepan dalam bersekutu dengan Mbak dan Teh. Entah kenapa Tong tiba-tiba ikut terlibat dengan kekisruhan ini. Padahal awal saya mengenal dia, kami saling baik-baik saja. Teh dan Mbak tampaknya selalu menceritakan semua masalah kepada Tong, dan Tong yang akan memulai sindiran di grup yang lalu ditanggapi oleh Teh dan Mbak.

Satunya, kali ini kita sebut Uda, sebagai pimpinan grup. Sangat disayangkan dia malah memihak kepada Teh dan Mbak. Ketika saya men-japri dia untuk membicarakan hal ini, dia tak sungkan-sungkan memberikan kata-kata kurang pantas kepada saya. Di grup pun dia selalu melemparkan tuduhan yang sellau tertuju kepada saya walaupun dia tidak mengatakan.

Serius, saat itu di grup bagaikan neraka. Padahal awalnya kami sangat akrab. Saya mencoba untuk menjadi pihak yang mengalah tetapi mereka tetap tidak peduli. Jika ada acara off air grup, maka saya harus bertemu dengan orang-orang itu. Saya mencoba bersikap baik dan biasa-biasa saja, berbeda dengan mereka yang jelas menjauhi saya. Ketika ada "spotlight" yang mengenai saya, maka seusai acara off air kebencian orang-orang itu akan semakin meningkat. Mereka pun seolah "playing victim" sebagai korban kebencian saya. 

Mereka pun membuat grup yang tidak melibatkan saya. Padahal mereka sendiri yang pernah bilang, jika ingin membuat grup harus menyertakan pengurus grup utama. Jika ada acara-acara off air, sebisa mungkin tidak melibatkan saya. Mereka pun semakin berani membuat candaan tentang saya di grup yang memang tanpa menyebutkan nama, orang pun sudah tahu siapa yang dimaksud. Juga saat saya bekerjasama dengan teman yang lain di grup itu untuk mengadakan suatu acara, mereka akan membuat candaan dan warning tentang saya. Tetapi itu bukan big problem bagi saya. Selamanya saya berusaha untuk bersikap biasa saja dan berdamai dengan diri saya. Jika "mereka" meminta ucapan doa di grup maka saya pun ikut mendoakan walaupun pada akhirnya tetap kena sindiran. Teh dan Mbak memutuskan pertemanan dengan saya di sosmed, memblok nomer saya dan juga akun sosmed saya. Menurut saya sih sudah overreacting, tetapi saya berusaha untuk mendiamkan saja.

Dalam suasana seperti ini, ketika teman-teman yang tahu kamu benar berada dalam posisi netral, dan suasana grup menjadi panas jika saya berbicara maka saya cukup diam saja. Tak henti-hentinya saya berdoa pada Allah agar yang benar itu ditunjukkan benar dan yang salah itu ditunjukkan salah. Saya tak henti berdoa dan yakin suatu saat Allah pasti akan membuka tabir semua itu. Dia akan menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah.

Hingga tahun pun berlalu. Allah menunjukkan dengan cara yang tidak pernah kita duga. Mbak memutuskan keluar dari grup dengan alasan bla bla bla. Dia juga mengatakan akan tetap mensupport kegiatan off air grup yang pada kenyataannya adalah nol besar. Maybe she's found another group to make any mess. Lol! Kabarnya pun sudah tidak terdengar lagi. Padahal yang dulu berkata-kata setia kawan, loyal, dll adalah dia. Teh sendiri masih tetap bertahan di grup.

Di grup itu saya juga punya teman lain yang saya anggap lebih netral dan lebih baik. Pada saat kami bertiga sedang berkumpul untuk hangout, kata-kata itu pun keluar.

"Ih, males banget deh sama si Teh. Kemarin kan saya janjian sama Kak Nessa, eh di maksa ikut. Habis itu dia japri saya buat pinjamin dia uang buat ongkos ke tempat acara. Bilangnya minggu depan akan diganti, padahal uang yang sebulan lalu dipinjam aja belum diganti." ujar teman saya itu, sebut aja Kak Ara.

"Terus, Kak?" tanyaku.

"Ya, terpaksa deh saya bayarin." Kak Ara BT.

Saya tahu Kak Ara ini selain banyak uang juga tipe orang yang "gak enakan" sama orang lain. Jadi dia gampang banget untuk dimanfaatin.

"Betul banget! Waktu itu juga dia juga pinjam uang saya. Kalau ada acara dan ketemu dia sambil makan-makan, dia minta dibayarin dulu tapi uangnya gak pernah diganti." kali ini suara Mbak Atik.

Saya gak menyangka Mbak Atik akan angkat suara karena masalah ini adalah rahasia umum yang semua orang sudah tahu. Dan topik yang sangat sensitif sekali.

"Si Tong juga tuh! Kalau ada acara selalu rame di grup ingin ikut tetapi ujung-ujungnya selalu minta dibayarin. Bilangnya gak punya duit, padahal kalau jajan aja banyak banget!" Kak Ara lagi. Gayanya yang lucu dan repetisi kalimatnya bikin saya ketawa sendiri.

"Aduh... maaf nih Mas Yas, kita jadi curhat. Hahaha...."

Kita pun tertawa bersama. Saya juga tertawa, lebih tepatnya menertawakan betapa ironisnya kehidupan ini. Ujung-ujungya kita jadi membahas (membahas ya, bukan menggibah :) ) tentang grup dan karakter masing-masing personalnya. Mereka menahan itu semua karena ada orang yang lebih tua di grup yang ingin kami muliakan. Tidak enak rasanya jika ribut-ribut di grup.

Oiya, Uda juga masuk dalam topik pembicaraan karena gayanya yang memang "gak banget". Bahkan saat saya bertemu dengan seorang teman lain di kota lain, saya baru mengetahui rahasia kelam Uda. Bukan saya yang meminta diceritakan, tetapi seorang teman yang tiba-tiba bercerita begitu saja.

Pada akhirnya semua memiliki jalannya masing-masing. Mbak sudah tidak terdengar lagi kabarnya. Dukungan yang akan dia berikan nyatanya hanya janji di atas janji. Teh masih berada di grup. Saya sendiri tidak tahu bagaimana urusan dia dengan yang lain. Saya pribadi sih gak mau tahu. Sempat dia membuat grup baru lagi yang tujuannya untuk "patungan" ketika ada acara. Tentu saja saya tidak dimasukkan dalam grup itu. Namun dua teman terdekat saya di grup memilih untuk tidak berpatungan dengan grup itu. Uda sendiri, masih tetap dengan gayanya yang "gak banget" tetapi dukungan untuk dia sepertinya sudah semakin meredam. Dan Tong, akhirnya kita ajak jika ada acara off air. Walaupun lebih banyak kita bertiga saja yang jalan. Karena ditinggal oleh Teh dan Mbak serta Uda maka Tong sudah tidak bernyali lagi. Saya pribadi pun jika dua teman saya meminta untuk mengajak Tong hangout, saya tidak keberatan sama sekali. 

Saya sendiri akhirnya menikmati pertemanan saya dengan beberapa orang saja. Kita sudah tidak terlalu membahas tentang grup, tetapi kami masih tetap menjadi supporter nomer 1 jika grup kami memiliki acara off air. Pada akhirnya terlihat siapa yang tulus dan siapa yang bulus. Saya memaafkan apa yang telah mereka lakukan dan saya tak segan untuk meminta maaf. Sedangkan mereka? Saya tidak pernah satu orang pun mengucapkan permintaan maaf. Walaupun dulu kata-kata mereka sangat menyakitkan, tetapi memberikan mereka maaf adalah kemenangan terbesar saya. Forgive but not forget!

Saya bersyukur Allah menunjukkan semua ini. Segala info itu, tentu saja tanpa saya mengorek-korek nya, datang sendiri menghampiri saya. Semuanya terjadi tanpa saya sangka. Apa yang saya minta  tentang kebenaran ditunjukkan oleh Allah.

Jadi kalau kita memiliki keyakinan bahwa kita benar dan banyak orang menganggap kita salah, tetaplah yakin bahwa kita benar.  Doa yang kita panjatkan atas kedzaliman yang mereka lakukan, Insya Allah akan berbalas. Intinya harus yakin dan sabar. Segala tangis, sakit hati, kemarahan dan lainnya akan berganti dengan senyum dan keceriaan. Bila  kita mengingat kembali hal itu malahan akan menjadi suatu kenangan yang lucu dan "gak banget!". Hahaha.

Selamat tinggal, para kuman! Allah telah menunjukkan jalan. Hingga hari ini pun kalian hanya bisa berbicara tanpa memberikan bukti. Juga masih mencari korban kalian selanjutnya. So sad... Ingin rasanya saya membantu kalian tetapi, maaf, the breaking glasses will never be the sama again. Juga ingin berteriak memaki kalian, tapi harga diri saya lebih tinggi daripada melakukan berbuatan rendah seperti itu. 

At first when I see you cry
It makes me smile
Yeah, it makes me smile
At worst I feel bad for awhile
But then I just smile
I go ahead and smile


-Lily Allen-


One thing, I really want to tell you : 

LOOK, WHO IS SMILING RIGHT NOW???***(yas)




Bekasi, 6th of November 2019
09.43 am



Sebagian isi percakapan pribadi yang harus saya edit dulu sebelum diposting, ya guys!


Awal mulanya nih nih... jreeng jreeng...

Ungkapin dong unek-unek saya

Unek-unek yang daripada disimpan sendiri mending diungkapin langsung

Sindiran-sindiran yang PENTING banget dibawa ke grup oleh Teh

Ini Tong, yang kalau di grup berani langsung negor saya. Kalo ada teman lain, dia gak mau dan berani. Haiyaaa....

Uda yang sok bijak, tapi gak punya attitude sama yang lebih tua. Tong nambahin yang bawahnya, yang "SEHARUSNYA BERFIKIR....."

Mbak yang gak sopan dan nyuruh orang yang lebih tua. Boro2 buka aib, yang bawa2 justru dia dengan membalutnya seolah Islami

Awalnya si Mbak bilang seseorang "statusnya pedas dan tajam", ntar liat deh dia ngomong beda lagi.

Mbak yang bilang "Iya saya jadi nyesel...." , dibales langsung dong sama orang yang lebih tua di grup "klo unfriend ga perlu..." Check mate!

Minta diperhatiin banget sok sok an merendah gitu


Dih ke GR an!! Iyeeeuuuuu.... siapa elu!

Selalu bawa masalah pribadi ke grup, tapi pas diingetin selalu PLAYING VICTIM! Duh!

And taraaaa!!!! Di sini dia bilang seseorang itu "bukan tipe mulut pedas", lah tadi di atas dia bilang "Pedas dan tajam!" Kalo mau playing victim itu konsisten aduh Mbak! Plesss ini yang ditanya apa, jelasinnya jaka sembung bawa golok ples curhat. Masa bodo amat siapa mau minang siapa. Satu lagi, dibalut tulisan Islami biar......... 

Uda yang membabi buta ngebela Mbak dan Teh. Padahal saya gak punya konflik pribadi sama dia.

Seolah2 cerdas, tapi attitude sama orang tua RENDAH! Baper dikacangin, komunikasi aja jarang. Ujung2nya masuk tim Mbak dan Teh. Poor you!

Englishnya, tentu aja ngikutin saya. Jadi yakin, dia marah2 gak jelas gitu karena takut tersaingi. Cuihhh... saya mah gak ada kepengenan nyaingin orang bro!


Di grup kembali nyindir walaupun pakai inisal nama saya! Lah gw yang mau liburan pake uang gue kenapa situ yang repot??? Minta sama grup atau siapa pun gue kagak pernah eh situ yang ketakutan masalah keuangannya terbongkar ya?
Liat siapa yang mulutnya jahat? Tapi kalau ketemu saya............ Uda uda...





Wednesday, November 6, 2019

Konsep Diri : Asking Myself Fun Questions!




Salam!

Udah lama juga gak nulis di blog, padahal awal buat blog baru ini mau lebih konsisten buat nulis. Ternyata hanya janji-janji saja layaknya para politisi ketiba musim kampanye tiba :)

Nah, untuk permulaan back to writing, kita main tanya-tanyaan aja ya. Sekedar membangun konsep diri dan to having fun!

Let's do it!


Question 1: When did you screw everything up, but no one ever found out it was you?
Ini kayaknya semacam malik teriak maling kayaknya ya? Hahaha... Pernah sih, ketika ngelakuin sesuatu eh malah kacau, trus pas ditanya siapa yang bikin kacau pura-pura gak tau dan malah ikutan sibuk nyari pelakunya. Hahaha... Kejadiannya mungkin secara rinci dan detailnya gak inget tapi ini kayaknya dilakukan pas zaman-zaman muda dulu deh (sekarang emang udah tua ya?) Tapi satu contoh hal yang nyata adalah : ketika kentut di ruangan terbuka and everyone smells bad for it. Langsung pura2 gak ngaku dan nuduh-nuduh yang lain. Hahaha...
Question 2: What would you name your boat if you had one?
The Morning Glory. Gak tau kenapa pilih itu. Kepikiran itu aja sih. 
Question 3: What will finally break the internet?
Apa ya? Mungkin pas mau ke kamar mandi. Atau pas nyadar, "ya ampyun udah mau subuh masih asyik main internet, padahal besok masuk pagi! OMG!" 
Question 4: What celebrity would you rate as a perfect 10?
TAYLOR SWIFT!!
Question 5: Which fictional character would be the most boring to meet in real life?
Have no idea!
Question 6: What is the best and worst purchases you’ve ever made?
the best : book, book, book, and book! And for those books that I've bought in Melbourne with the lower prices!

the worst : a shirt, I bought just because it cheaps but actually I really don't need it.
Question 7: If you had to change your name, what would your new name be, and why would you choose that name?
Hmmm... let me think for a second. I thought it would be Faris, Faiz or something common but unique.

Question 8: What are some things that sound like compliments but are actually insults?
Kamu rapih banget ya, saking rapihnya ruangan kamu jadi gak ada apa-apa... hahaha...
Question 9: What’s a body part that you wouldn’t mind losing?
Pimpless!!! And black spot on my face!!
Question 10: What’s your biggest screw up in the kitchen?
Masukin mangkok plastik ke microwave! Untung keburu ketauan saudara, jadinya itu microwave gak meledak... wkwkwkwk

Question 11: What’s the worst commercial you’ve recently seen? Why is it so bad?
Iklan partai *****do. Itu soooo irritating!
Question 12: What’s the closest thing to real magic?
instant message and video call.
Question 13: What is the craziest thing one of your teachers has done?
Gave me the answers of my exams! Even I didn't aware what she did, but at the end I realized she gave me the whole answers.
Question 14: Who is the messiest person you know?
I know for sure! He is one of my pupil. I dont want to give a name :)
Question 15: What problem or situation did TV / movies make you think would be common, but when you grew up you found out it wasn’t?
crying or hug with other people. It isn't easy in real life. Sometimes I feel embarrased, another time I feel awkward.
Question 16: What quote or saying do people spout but is complete BS?
"What's yours will find you!" - Ali Bin Abi Thalib

Wednesday, March 6, 2019

5th Grade Mid Test Exercise March 2019




Salam!

May Allah showers us with His Mercy.



1. Berikut adalah link online excercise kelas 5 :

 http://www.quizbean.com/r/5c7f68b776aa5


2. Untuk mengetahui caranya, silahkan klik : Langkah Pengerjaannya


3. Untuk mendownload soal Ulangan Harian Unit 1 sampai Unit 2 silahkan klik link di bawah ini :

Unit 6

Unit 7


4. Untuk penjelasan tiap unit silahkan klik disini.


5. Mohon juga pengertiannya untuk para orang tua, setiap menjelang PTS dan PAS latihan dan kisi-kisi hanya diberikan dalam bentuk latihan online dan media yang bisa didownload.

Selamat mengerjakan!
Semoga berhasil!
Send lots of luck for you, kiddos!


Salam,


Mr. Yass Ferguson

Monday, March 4, 2019

Exercise For 2nd Grade Mid Test Term 2 March 2019







Salam!

May Allah showers us with His Mercy.



Dear parents!

1. Berikut adalah link online exercise kelas 2 :

  http://www.quizbean.com/r/5c7cd4ebc8b3e


2. Untuk mengetahui caranya, silahkan klik : langkah pengerjaannya


3. Untuk mendownload soal Ulangan Harian Unit 6 dan Unit 7 silahkan klik link di bawah ini :

Unit 6

Unit 7



4. Untuk ringkasan unit 6 dan 7 dan latihannya silahkan klik disini.

5. Mohon juga pengertiannya untuk para orang tua, setiap menjelang PTS dan PAS latihan dan kisi-kisi hanya diberikan dalam bentuk latihan online dan media yang bisa didownload. 

Selamat mengerjakan! 
Semoga berhasil! 
Send lots of luck for you, kiddos!


Salam,


Mr. Yass Ferguson


Wednesday, December 12, 2018

English Downloadable Exercise for Grade 5 Final Test Term 1 2018/2019








Salam kiddos and Parents,

May Allah showers us with His Mercy.



5th Grade

1. Berikut adalah link online exercise kelas 5 :    http://www.quizbean.com/r/5c0fe7078b2ce


2. Untuk mengetahui caranya, silahkan klik : langkah pengerjaannya


3. Untuk mendownload soal Ulangan Harian Unit 4 dan Unit 5 silahkan klik link di bawah ini :

Unit 4

Unit 5


4. Untuk ringkasan unit 4 dan 5 dan latihannya silahkan klik disini.


Selamat mengerjakan! Semoga berhasil! Send lots of luck for you, kiddos!


Salam,


Mr. Yass Ferguson

Monday, December 10, 2018

English Downloadable Exercise for Grade 2 Final Test Term 1 2018/2019




Salam kiddos and Parents,

May Allah showers us with His Mercy.



2nd Grade

1. Berikut adalah link online exercise kelas 2 : http://www.quizbean.com/r/5c0db10630002


2. Untuk mengetahui caranya, silahkan klik : langkah pengerjaannya


3. Untuk mendownload soal Ulangan Harian Unit 4 dan Unit 5 silahkan klik link di bawah ini :

Unit 4

Unit 5


4. Untuk ringkasan unit 4 dan 5 dan latihannya silahkan klik disini.

5. Untuk ringkasan unit 1, 2 dan 3 serta latihannya, silahkan klik disini.




Selamat mengerjakan! Semoga berhasil! Send lots of luck for you, kiddos!


Salam,


Mr. Yass Ferguson

Monday, September 24, 2018

English Mid Test For Grade 2 and 5 INFO! 2018 - 2019




Salam kiddos and Parents,

May Allah showers us with His Mercy.



2nd Grade

1. Berikut adalah link online exercise kelas 2 : http://www.quizbean.com/r/5ba7aa3729a8a


2. Untuk mengetahui caranya, silahkan klik : langkah pengerjaannya


3. Untuk mendownload soal Ulangan Harian Unit 1 sampai Unit 3 silahkan klik link di bawah ini :

- Unit 1

- Unit 2

- Unit 3


4. Untuk penjelasan tiap unit dan latihannya silahkan klik disini.




5th Grade

1. Berikut adalah link online excercise kelas 5 : http://www.quizbean.com/r/5ba774049099f


2. Untuk mengetahui caranya, silahkan klik : Langkah Pengerjaannya


3. Untuk mendownload soal Ulangan Harian Unit 1 sampai Unit 2 silahkan klik link di bawah ini :

- Unit 1

- Unit 2


4. Untuk penjelasan tiap unit silahkan klik disini.

5. Untuk soal latihannya silahkan klik disini




Selamat mengerjakan! Semoga berhasil! Send lots of luck for you, kiddos!


Salam,


Mr. Yass Ferguson

Monday, May 21, 2018

English Final Test Exercise : For Grade 2 and 5 (Free downloadable materials)




Salam kiddos and Parents,

May Allah showers us with His Mercy.


2nd Grade

1. Berikut adalah link online exercise kelas 2 : http://www.quizbean.com/r/5b001166c18f8

2. Untuk mengetahui caranya, silahkan klik : langkah pengerjaannya

3. Untuk mendownload soal Ulangan Harian Unit 6 sampai Unit 9 silahkan klik link di bawah ini :

- Unit 6

- Unit 7

- Unit 8

- Unit 9


5th Grade

1. Berikut adalah link online excercise kelas 5 : http://www.quizbean.com/r/5b02702f0a6ae

2. Untuk mengetahui caranya, silahkan klik : Langkah Pengerjaannya

3. Untuk mendownload soal Ulangan Harian Unit 6 sampai Unit 9 silahkan klik link di bawah ini :

- Unit 6

- Unit 7

- Unit 8

- Unit 9

- Penjelasan Materi / Kisi-kisi


Selamat mengerjakan! Semoga berhasil dan naik kelas! Already miss you kiddos!


Salam,


Mr. Yass Ferguson


Thursday, May 10, 2018

Movie Review 212 The Power Of Love : Sepotong Kisah Cinta Di Balik Aksi Super Damai




Hari Selasa, 1 Mei 2018, saya berkesempatan untuk menonton pertama kalinya film “212 Cinta Menggerakkan Segala” sebuah film layar lebar perdana dari Jastis Arimba. Sekedar catatan, Jastis pernah memenangi Eagle Award dan sering membuat film-film dokumenter.

Menilik beberapa bulan sebelumnya, saat menonton trailer filmnya saja saya sudah mbrebes mili dan makin penasaran ini filmnya bakal seperti apa. Kemudian ditambah lagi dengan membaca bukunya yang baru terbit saat IBF kemarin. Baru baca halaman awalnya saja saya sudah mengaru biru. Untuk review bukunya sendiri nanti saya tulis secara terpisah ya!

Kembali lagi ke kisah saya, eh kisah tentang filmnya (hehehe). Awalnya saya datang di Gala Premier hanya untuk bantu-bantu Mbak Ika dan Bunda Helvy Tiana Rosa. Namun pada show kedua saya “dipaksa” masuk untuk menonton film ini. Inginnya sih menonton saat tanggal 9 Mei nanti agar ada element of surprise nya. Nyatanya rasa penasaran saya malah memaksa saya untuk masuk ke studio 2 Epicentrum XXI.

Karena saya sudah membaca bukunya, maka saya tidak mau berekspetasi terlalu tinggi dengan film ini. Saya tahu, apa yang ada di novel tidak mungkin semuanya akan dituangkan dalam film. Dan saya lupa deh bawa tissu…hahaha…


Film dibuka dengan wajah sangar Adin (diperankan oleh Abdul Hakim) yang bergegas masuk ke dalam sebuah kantor media bernama Republik. Kita kemudian berkenalan dengan beberapa tokoh yang lain, Rahmat (si plontos yang hatinya kaku bagaikan kanebo kering. Lol), Rara (si gadis tomboi yang super cuek) dan Pak Bos (yang kurang berwibawa). Cerita lalu mengalir pada perdebatan untuk menerbitkan headline utama Majalah Republik. Rahmat si jurnalis terkenal lulusan Harvard yang bersikap liberal dan menyudutkan Islam lewat tulisannya, ditentang oleh teman-temannya yang lain termasuk oleh Pak Bos. Lewat tulisan sebelumnya yang anti Islam, Rahmat sebenarnya sudah mendapatkan banyak surat ancaman.

Kemudian scene beralih ke wilayah Ciamis, saat Rahmat terpaksa harus pulang karena suatu hal yang tidak bisa dia tidak hadiri. Di situlah Rahmat bertemu kembali dengan Kiai Zainal, seorang kiai termuka di Ciamis sekaligus ayahnya. Konflik pun bermula, ketika Kiai yang diketahui sedang sakit itu memaksa untuk bergabung dengan kafilah Ciamis untuk berjalan kaki ke Jakarta guna menghadiri aksi 212. Segalanya pun terkuak, tentang masa lalu Rahmat dan kenapa dia bisa sampai seperti sekarang. Di sini pulalah kita akan berkenalan dengan sosok Yasna (diperankan oleh Meyda Sefira), seorang muslimah yang cantik yang membuat Rahmat dan Adin terpana oleh kecantikan sekaligus kelembutan hatinya. Ada pula tokoh Abrar (diperankan oleh Hamas Syahid), adik Yasna, yang berdarah muda sekaligus mencurigai Rahmat yang dianggapnya akan melakukan tindakan provokatif. Ada pula Bi Nurul (diperankan dengan ciamik oleh Asma Nadia), bibi dari Yasna dan Abrar.

Rahmat pun mencoba untuk mencegah abahnya ikut “aksi gila” ini tetapi berkali-kali ajakan Rahmat ditolak Kiai Zainal. Hingga akhirnya Rahmat mengikuti abahnya dan di aksi 212 inilah akhirnya Rahmat mendapatkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. Kira-kira sesuatu itu apa ya? Dan apakah hubungan Rahmat dan Kiai Zainal bisa membaik atau malah Rahmat akan menyesal kehilangan ayahnya? Nah, jawabannya bisa kamu saksikan di bioskop-bioskop terdekat (link bioskopnya nanti saya sertain di bawah ya!).


Jujur aja dari awal nonton film ini getaran aksi 212 nya udah kerasa banget. Film ini mengalir dengan lancar dengan konflik yang sederhana namun mencerahkan. Ditambah lagi dengan adanya footage-footage aksi 212 yang bikin tambah merinding disko. Berikut saya akan tulis kelebihan dan kekurangan dari film ini.



KELEBIHAN

1. Memory oh memory

Menonton film ini kita benar-benar dibawa pada peristiwa 2 tahun silam, di mana semua umat Islam (dan non Islam) berkumpul untuk melakukan aksi penistaan terhadap Al-Quran yang dilakukan oleh gubernur pada masa itu. Aura 212 nya sudah terasa ketika memasuki bioskop dengan penonton berpakaian putih-putih (#putihkanbioskop). Kemudian saat scene beralih dengan latar belakang aksi 212 dengan segala keistimewaannya, makanan yang dibagikan gratis, sampah yang dipunguti secara sukarela, dan non muslim yang ingin menikah dijaga dengan baik, itu langsung bener-bener bikin air mata susah berhenti. Apalagi pas adegan sholat di tengah hujan, itu bener-bener deh bikin hati gak tenang. Hahaha… Pokoknya nonton film ini kita dikembalikan kembali akan memori Aksi Bela Islam 3.

2. Cerita yang sederhana dan mengalir lancar

Dalam film ini kisah yang diketengahkan bukanlah aksi itu sendiri, tetapi bagaimana aksi ini telah membuka mata hati seseorang untuk bergerak karena cinta. Dan banyak orang yang akhirnya menemukan”cinta” mereka kembali pada aksi ini. Kisah Rahmat dan ayahnya yang penuh konflik berhasil diceritakan dengan lancar tanpa banyak adegan-adegan yang tidak perlu. Tambahan tokoh Adin, Rara, Yasna dan Abrar mempunyai perannya sendiri-sendiri yang tidak menganggu cerita utama. Semuanya saling mendukung sehingga membuat film ini menjadi semakin utuh. Hingga akhirnya tidak terasa film sudah mencapai ujungnya. Pengennya sih filmnya terus main sampai bioskop tutup. Hahaha.


3. Sinematografi yang bagus

Sebagai karya layar lebar pertama dari Jastis Arimba, beliau mampu membuat film dengan biaya sederhana ini menjadi layak untuk dihadirkan di bioskop. Sebagaimana yang sering saya saksikan, banyak film layar lebar yang kualitasnya adalah untuk sinetron tapi dipaksakan masuk bioskop (termasuk film sequel horror legendaris yang baru-baru ini tayang). Tapi film 212 ini dari sudut pengambilan gambar, cerita, dan sinematografinya benar-benar layak untuk masuk bioskop. Percaya deh, gak bakalan rugi ngeluarin uang 30-50 ribu untuk nonton film ini. Selain mendapatkan pencerahan, kita juga disajikan dengan gambar-gambar yang ciamik.


4. Akting yang natural dan cameo yang banyak.

Awal saya kenal Fauzi Baadilla adalah saat beliau berperan di film fenomenal “Mengejar Matahari”. Setelah itu saya bukanlah fans dari FB. Sampai kemudian timbul simpati saat beliau mulai secara intens bersentuhan dengan Islam yang kemudian diikuti oleh artis-artis yang lain. Namun, sesudah film ini saya langsung dan bakalan jadi big fans nya Bang Oji! Aktingnya natural dan nyebelin banget! Sikapnya yang apatis bener-bener bikin gregetan buat ditonjok. Hahaha. Apalagi saat scene dia menutup nasihat dari Bi Nurul dengan ucapan “omong kosong”, itu benar-benar kerasa banget liberalnya. Penampilan Abdul Hakim sebagai Adin juga baik. Karakter Adin lah yang akhirnya membuat film menjadi “festive” karena celetukan-celetukan beliau yang mengundang tawa penonton. Kesan rambut gondrong ditambah bewok penuh kesangaran menjadi lebih humanis.

Pemeran Kiai Zainal pun berakting dengan sangat baik sebagai ayah sekaligus kiai ternama. Aktingnya lagi-lagi ditampilkan secara natural. Meyda Safira sudah tidak perlu diragukan lagi aktingnya. Penampilannya sebagai Yasna yang sholehah dan lembut melekat kuat pada karakter Meyda yang sesungguhnya. Cameo yang hadir pun semakin memperkuat karakter-karakter dalam film ini. Jadi semakin memperkuat bahwa film ini bukan kelas “sinetron” melainkan memang layaknya film. Salah satu akting yang mencuri perhatian saya adalah akting dari Bunda Asma Nadia, yang sejak kemunculan pertamanya di “Duka Sedalam Cinta” kemampuan akting beliau menjadi semakin prima walaupun peran yang dimainkan beliau hanya sekejap saja.

5. Scene Ciamis yang bikin gerimis

Pada saat scene perjalanan dari Ciamis menuju Jakarta lagi-lagi bikin merinding. Ditambah dengan narasi yang menceritakan banyak orang-orang yang berusaha untuk membantu para mujahid long march ini, semakin deh getaran tangisnya menjadi-jadi. Beneran deh, scene ini bikin kita jadi tahu kalau dalam perjalanan mereka itu banyak hal besar yang harus mereka kesampingkan. Semuanya mereka lakukan demi cinta, dan cinta pula yang menggerakkan mereka menuju Jakarta dengan kondisi yang berdarah-darah. Dari scene ini aja sudah semakin menjauhkan dari paranoia bahwa aksi ini penuh muatan politik. Nyatanya, para kiai dan santri yang berangkat semuanya dikarenakan kecintaan kepada Al-Qur’an. Quote terdahsyatnya adalah : Hari ini kita membela Al-Qur’an, maka nanti di alam kubur Al Quran yang akan membela kita. Ya ampun langsung deh saya merinding disko.

6. Soundtrack yang menawan

Awalnya saya mengira soundtrack yang mengalun di Epicentrum ini adalah lagu dari Iwan Fals. Agak sempat BT karena sebelumnya XXI sedang memutar lagu-lagu Celine Dion. Tapi lirik yang terdengar kok gak Iwan Fals banget ya? Malah lirik nya sederhana namun puitis. Akhirnya diketahui bahwa “Doa di Busur Hujan” yang dibawakan Pagi Hati adalah OST dari 212 CMS. Serius suara vokalisnya Pagi Hati ini mirip banget sama suaranya Iwan Fals! Musiknya yang “merakyat” banget ini saat disatukan dengan sebuah scene bener-bener (lagi-lagi) bikin mellow. Bagi saya OST yang disajikan ini menawan dan tepat. Lagunya enak saat didengarkan pada saat hati sedang galau. Hehehe.


Itu adalah sebagian kelebihan dari film ini. Bagaimana dengan kekurangannya? Karena saya sibuk menghapus air mata sepanjang film berlangsung maka saya tidak terlalu “ngeh” dengan kekurangannya (hehehe…). Tapi ada beberapa catatan tentang kekurangan film ini. Yuk, disimak.



KEKURANGAN

1. Scene 212 yang kurang porsinya

Karena saya menonton di gelombang kedua, maka saya sempat bertanya pada teman saya hal apa yang kurang dari film ini. Beliau menjawab scene aksi 212 kurang dieksplor secara full. Karena bagi dia nama “212” dianggap akan menggambarkan tentang aksi 212 yang heroik itu. Nyatanya aksi ini muncul belakangan. Tidak salah juga dia beranggapan seperti itu sih. Tapi kalau membayangkan film ini full utuh tentang aksi 212 kalian bakalan kecewa deh. Film ini adalah kisah yang terjadi dengan latar belakang aksi 212. Ceritanya sangat worth it dan yang pasti menyentuh banget!


2. Bioskop yang menayangkan sedikit

Sayangnya lagi-lagi film positif ini (dan jauh dari kepentingan politis) tidak diapresiasi dengan baik. Pada rilis nama-nama bioskop yang menayangkan film ini, hanya terbatas XXI, CVG dan Cinemaxx tertentu saja. Padahal jika dibandingkan dengan film-film yang jauh dari nilai positif (semacam film hantu, pergaulan bebas, dll), film ini layak banget untuk ditonton. Mungkin kedepannya pihak bioskop bisa meninjau ulang kembali untuk menayangkan film-film dengan content positif lebih banyak. Sayang aja, nilai-nilai kebaikan yang ada di film ini terkalahkan dengan sikap menye-menye, alay, dari film-film yang justru gak sesuai dengan nilai-nilai keindonesiaan.

Ya udah, sekarang kita kasih nilai untuk film ini :


Akting 9/10
Skenario 9/10
Cinematografi 9/10
Overall 9/10



Mungkin ini saja review yang bisa saya tulis. Yang pasti film ini jauh dari muatan politis dan bisa ditonton oleh semua kalangan dan agama manapun. Kita pun yang alumni maupun bukan alumni 212 sebisa mungkin mendukung film bagus ini. Paling tidak jika kita tidak bisa mendukung, janganlah sampai membencinya atau malah melakukan fitnah. Karena bagi saya sebagai seorang pengajar, film-film bermuatan positif seperti ini harus didukung untuk mengalahkan film-film yang mendangkalkan akidah. Intinya, hayooo kita nonton film 212 The Power Of Love!***(yas) 




Jakarta, 10th of May 2018
08.16 am @myroom
Semoga sukses!




Ketika Mas Gagah menjadi Abrar

Launching di Epicentrum

Tonton filmnya, baca bukunya.

Ketemu Mbak Yasna yang asli maupun gak tetep sholehah


Ketemu Bang Benny penulis bukunya.

Mejeng dulu ya...

Ketemu Hagrid eh Addin

Foto yang disirikin banyak murid-murid saya

Helviers dimanapun dan kapanpun selalu mendukung bunda Helvy

Helviers dong yang selalu dukung. Walaupun cuma jadi tim hore.

Ketemu Pemeran Kiai Zainal yang udah kayak bokap sendiri

Cuma berani ngasih bunga ke bunda aja.... wkwkwk

Sunday, April 29, 2018

Movie Review : Avengers Infinity War - Film Kebanyakan Hero (SPOILERS ALERT)


 
picture courtesy from Google


Pada akhir film Avenger yang pertama, di post credit scene nya muncul Thanos yang menggambarkan film ini akan berlanjut dengan memburu Thanos sebagai musuh utamanya. Selang beberapa tahun kemudian, setelah masing-masing memiliki filmnya sendiri-sendiri, maka tahun ini munculah Avengers : Infinity War yang digadang-gadang akan menjadi box office di tahun 2018. Nah, kira-kira gimana ya film ini? Let’s check my review!


Setelah kehabisan tiket di hari kedua pemutarannya. Ya iyalah, saya datang ke bioskop jam 18.00 sedangkan film yang saya incar yang 18.35 (waktu aman bagi saya karena selepas sholat maghrib). Namun, saya berharap ada satu kursi yang “nyempil” karena saya kan seorang diri (baca : jomblo). Namun nyatanya, kursi yang kosong ada di deretan paling depan. Langsung deh saya batal nonton.

Kemudian baru hari sabtu saya bisa menonton film ini bersama bocah-bocah di kelas saya. Eh, gak disangka saya malah gak bisa nonton karena kurang beli tiket! Saya kira yang ikut nonton hanya 8 orang termasuk saya, nyatanya saya menjadi orang kesembilan. Mau beli tiket dengan jam pertunjukan yang sama, lagi-lagi hanya sisa bangku paling depan. Ya sudah, akhirnya saya mengalah, menonton di show berikutnya.

Film dibuka dengan adengan Thanos dan Black Order berhasil mengalahkan Asgard. Mereka meminta Loki untuk menyerahkan Tesseract stone yang dulu pernah dimilikinya. Thor yang pada film singlenya kehilangan martil andalannya ditahan (dan anehnya kenapa gak dibunuh ya sama Thanos dkk? Apalagi saat ditangkap sikap si Thor ini nyebelin banget). Pada saat Loki akan menyerahkan batunya, datang bala bantuan yang tidak diduga. Namun bala bantuan itu justru kalah oleh Thanos dan dengan kekuatan sisa dari penjaga Asgard, bala bantuan berhasil dikembalikan ke negeri asalnya. Tragedi di asgard ini berakhir dengan dibunuhnya Loki.

Fase kedua yang menjadi incaran adalah batu yang dipakai oleh Dr. Strange. Lagi-lagi yang bikin saya BT banget (dan beda banget sama film solonya si Strange), Dr Strange malah “belagak” mau menjadi juru selamat dengan tetap menahan batu itu. Kalau ketahuan batu itu bikin orang jadi jahat mending dihancurin aja yekan? Akhirnya Dr Strange dan Iron Man ples Spidey keangkut kapal Maw. Anehnya lagi, Dr Strange kan bisa buka portal ke tempat-tempat lain ya? Kenapa disini dia benar-benar kayak orang gak berdaya gitu. Jadi kayak lemah gitu deh! Untungnya kharisma Benedict Clumberbatch memaafkan ketololan dari Dr Strange. Udah tau mau ditangkep, pergi kek kemana.

Next, scene di Scotland saat Wanda dan Vision lagi berduaan. Tiba-tiba keduanya diserang oleh anggota Black Order karena ingin mengambil batu yang ada di jidat Vision. Disinilah keduanya dibantu oleh anggota Avengers yang lain, Captain America (Chris Evans beneran kece badai), Black Widow, dan Falcon. Sayangnya saat kedua anggota black order itu udah terdesak, eh malah dibiarin kabur. Biar durasi filmnya panjang kali yee…

Adegan di Wakanda pun begitu. Saat Avengers sepakat mengambil batu di jidat Vision tanpa harus melukainya, maka tempat terbaik adalah WAKANDA FOREVER! T’Challa dan semua krunya bersedia melawan alien-alien gak jelas itu yang jumlahnya ribuan. Di adegan ini kembali saya menjadi gak suka sama T’Challa yang kesannya sekedar ditempel aja. Wakanda itu bukannya tempat yang susah dicari ya? Kok tetiba para Black order itu gampang banget nemuin. Ditambah lagi Wanda kok jadi lemah banget sih. Padahal, kalo aja dia ngerelain Vision “pergi” paling gak dia udah nyelametin dunia. Nanti bisa deh cari penggantinya Vision (apa sih gw?). Hehehe. Untung aja pas keadaan terdesak datang Thor yang sudah punya senjata baru.

Genk Guardian of Galaxy pun begitu. Mereka nyaris aja berhasil mengalahkan Thanos kalo aja gak dirusak sama sikap sentimentil Quill. Cuma gegara dia tahu kalau Gomorra sudah wafat eh dia malah jadi emosional gitu. Yaelah, jaga diri aja gak bisa, gimana mau jaga galaksi. Lol. Akhirnya gegara kegagalan itu, Thanos berhasil mendapatkan batu yang dimiliki Dr Strange. Gomorra sendiri terjebak sikap sentimentil dengan ayahnya itu. Kalau aja dia langsung ngebunuh ayahnya udah deh beres. Hahaha.
Anehnya, Nebula yang awalnya gak berdaya sama sekali pas diikat sama Thanos, eh pas Thanos dan Gomorra pergi tetiba dia punya kekuatan buat melarikan diri. Hallaawww, dari kemarin ngapain aja mbak Nebula???

Di akhir film, setelah Thanos berhasil mendapatkan kelima batu akiknya, eh batu infinity nya, dia malah gak langsung membunuh para avengers itu. Alih-alih ngebunuh Avengers, dia malah plesiran ke Filipina. Mungkin dengan melihat sawah-sawah di ladang hatinya akan lembut kembali (eaaa…eaaa…). Secara dia udah berambisi menjadi penguasa dunia, masa nangis sih pas ngorbanin anaknya. Mesti belajar sama Fir’aun nih kayaknya si Thanos gimana jadi orang yang berambisi. Wkwkwk.

Ujung-ujung, entah kenapa tetiba banyak superhero yang menjadi butiran debu. Gak tau deh maksudnya apa. Tapi feeling saya sih mereka gak mati. Kecuali seperti Loki, Vision, penjaga Asgard yang jelas-jelas dibunuh oleh Black Order dan Thanos.

Eh, jangan keluar dulu setelah filmnya abis. Kamu wajib banget baca itu orang-orang yang bikin film ini jadi absurd. Nah, kejutan di akhirnya, kamu akan melihat post scene, ketika Nick Fury dan Maria Hill menjadi debu. Eh, sebelum menjadi debu si Nick ini sempet ngepage (haree genee pake pager…wkwkwkw) seseorang yang ternyata adalah KAPTEN MARVEL! Konon Kapten Marvel adalah salah satu hero yang terkuat juga di alam semesta. Ya, seimbang lah buat melawan Thanos. Tapi pertanyaan terbesar saya adalah, Nick, kenapa kamu gak hubungin Kapten Marvel dari kemaren??? Kenapaaaa???? Nunggu semuanya jadi butiran debu baru deh kamu hubungin dia. Jangan-jangan dia lagi sibuk shopping and tutorial make up ya? Lol.

Intinya (lagi-lagi) saya merasa gak banget sama film besutan Marvel ini. Skenarionya menurut saya buruk. Joke-joke nya si Hulk garing abis! Keliatan banget kalau film ini pengen banget box office dan meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Banyaknya hero yang hadir pun bagi saya mubazir banget! Dari semua hero yang hadir, masa sama Thanos aja kalah sih. Padahal kekuatan dia cuma di sarung tangan. Kalo sarung tangannya dilepas gampang deh dikalahin. Lebih gak bangetnya lagi, ada yang hero yang emosional banget, padahal dunia udah mau kiamat gegara Thanos, tapi mereka malah sentimental gitu. Bikin gregetan.

Ditambah lagi pertarungannya yang nanggung. Itu Bruce udah dapet kostum baru kenapa masih oon juga ya? Hahaha. Bagi saya yang menyelamatkan film ini adalah Kharisma Benedict Cumberbatch, ketampanan Chris Evans, dan kekerenan Elizabeth Olsen. Selebihnya, ke laut aja deh. Bahkan saya yang ngefans sama T’Challa aja sampe ilfil dengan peran dia yang giru-gitu doang. Oiya, Nikia nya kemana ya?

Ya udah, sekarang kita kasih nilai untuk film ini :


Akting 7/10
Skenario 6/10
Cinematografi 7/10
Overall 7/10


Buat kalian yang mau menonton film ini mending jangan high expectation. Karena takutnya malah jatuh kecewa. Dan jangan percaya sama orang yang bilang film ini bagus, nyatanya bagi saya, bagusan Black Panther kemana-mana. Anyway, selamat menonton***(yas) 



Jakarta, 29th of April 2018
@CnC Coffee shop, 18.36 pm





 Tiga penyelamat Film Avengers Infinity War


Mbak Wanda yang cuantik tapi sentimental bingits


Om Chris Evans yang kece abis


Mr Cumberbatch yang kharisma bangets