Wednesday, June 23, 2021

Media Play Corona


Pagi ini saya dibuat heran dengan mobil yang berbaris memanjang di pinggir jalan. Bukan cuma pagi ini aja sih sebenarnya tapi dari beberapa hari sebelumnya. Awalnya saya kira ada mobil truk mogok atau apa ternyata itu adalah mobil yang mau drive thru PCR! Dah kayak ngalahin antrian BTS meals ajaaah...

Hmmm... di musim seperti ini ada beberapa kemungkinan mereka mau tes : Berita corona yang heboh membuat orang menjadi panik, mereka habis pulang liburan, atau mereka mau liburan. Mostly, kayaknya antara yang kedua atau yang ketiga deh.

Saya pribadi sih bukan orang yang gak percaya corona. Teman-teman saya banyak yang C-19 survivor,  saya juga bagian yang sudah divaksin, saya bukan yang gak percaya c19, saya bukan bagian yang bilang corona itu konspirasi atau hoax. Semua itu real! Yang menjadi permasalahan buat saya adalah media play yang dilakukan oleh oknum. Saya menolak tertindas dengan berita-berita corona yang super heboh itu.

Dalam dunia per k-pop an (dan dunia-dunia yang lain), media play itu adalah bagaimana media membuat 'sesuatu' itu terlihat heboh dan bombastis. Padahal kenyataannya gak seperti itu. Jadi ada oknum tertentu yang membayar media buat melakukan media play itu.

Lihat aja deh... sekarang media memberitakan dengan heboh berita corona dengan headline yang fantastis ples bombastis (dengan tambahan kata DARURAT, GAWAT, MENYERAMKAN, dll dll) yang sekali dibaca judulnya pasti bikin was-was dan cemas. Ketara banget ada media play yang sengaja dilakukan dengan membuat berita-berita ala ala koran lampu merah zaman old. Gak ngerti deh, kenapa tiap ada isu RUU pajak sembako, pajak sekolah atau yang sekarang lagi heboh tentang haji, selalu aja ada berita corona yang heboh menyerang. Jadi orang-orang semacam teralihkan. Tau sendiri kan tipikal orang Indonesia yang banyak ketakutan dengan isu-isu kek begitu. Eh, tau-taunya RUU itu udah sah aja... Hadeehh...

Efek dari media play yang kayak begitu udah pasti bikin orang jadi was-was, cemas, dll yang otomatis bisa ngurangin perasaan happy diri orang yang membacanya. Kalau kita udah hidup kayak begitu udah pasti yang ada jadi gampang stress dan berujung pada panic attack dan trauma.

Daaaaaannnn..... yang lebih bikin saya gregetan itu ada aja orang yang share berita-berita kayak begitu. Padahal saya yakin dia yang nge-share itu cuma baca judul, ataupun kalau dibaca juga dia gak mau ketakutan sendiri. Alhasil dia nge-share itu artikel yang bikin heboh se grup. Kalau penghuni grup nya realitis mungkin gak akan menghebohkan berita bombastis kek begitu, tetapi kalau diisi mostly sama ibu-ibu yang cuma baca judulnya, udah pasti yang namanya anxiety itu bakalan menyebar dengan cepat kek virus corona sendiri. Kalau penghuninya bapak-bapak kudet udah pasti bakal di forward kemana-mana.  Padahal kalau dia cerdas, udah sih berita itu stop di diri lo ajah. Saya pribadi adalah orang yang gak pernah nyebar pesan / berita dari grup kalau gak penting banget!

Hemat saya sih jangan jadi orang yang gampang share berita begituan. Cukup diri lo aja yang baca atau pun di skip aja. Cari artikel yang lebih informatif dan berguna ketimbang nakut-nakutin kek begitu. Fungsi nya apa nakut-nakutin kek begitu? Cerdas lah sedikit untuk gak spread hal yang gak banget kek begitu. Kita aware akan corona tetapi jangan sampai kita dan kebahagiaan kita tertindas sama corona.

Kalau misalnya ada berita tentang RS penuh, Wisma atlet penuh, dll, mesti diteliti dulu sumber dan kebenarannya. RS penuh bukan berarti semua kena corona khan? Wisma atlet penuh juga sama. Jenis yang diserang corona kan beda-beda. Ada yang fatal, ada yang gak berasa apa-apa, dll. Apa-apa sekarag bisa dicoronakan. Hal ini tentu aja bikin orang jadi males ke RS kalau sakit dikit. Akibatnya orang yang emang sakit karena corona jadi males ke RS karena takut divonis dan bikin drop. Atau orang yang gak kena corona tiba-tiba dia ke rumah sakit tiba-tiba dibilang corona juga bisa bikin drop kan?

Contoh lainnya : Berita yang bersumber dari "katanya". 

"JAKARTA DARURAT CORONA", 

"JAM MALAM DI JAKARTA" dll dll 

dan yang menyebarkan malah orang Bekasi, Bogor, dll Bukan orang Jakarta asli. Padahal ketika saya confim ke orang-orang yang ada di Jakarta mereka bilang "Corona memag masih ada, tapi Jakarta masih biasa-biasa aja. Beritanya aja yang terlalu berlebihan." Nah, Khan!

Tapi tentunya saya juga gak menyangkal dengan kenaikan penderita yang meningkat, korban yang bertambah, dan lainnya. Cuma sekali lagi : DONT TO MUCH SCARE! Apapun yang terjadi adalah all about your mindset. Emang elu mau hidup dalam ketakutan, anxiety, dll terus-terusan? Jadi mulailah berdamai dengan hati dan pikiran. Kuatkan imun dan iman.

Saya sekali lagi menolak membaca berita yang gak infomatif dan cenderung menakut-nakuti. Saya menolak untuk tertindas dengan berita-berita itu. Saya mau membuat diri saya happy aja. Do what make you happy!

Kalau ada yang bilang : "Halah, ntar kalau lo kena corona, elo bakalan ngerasain sendiri dan gak bakal nulis kek begini."

Jawab aja : "Semua hidup dengan persepsi masing-masing dan Allah mengikuti prasangka hamba-Nya." *kibas poni.

Eh, tapi serius deh, saya lihat penonton EURO 2021 itu hampir sebagian besar gak pake masker. Kok bisa? Apa di negara itu gak ada corona apa corona udah gak mau dateng lagi?

"Mereka kan lockdown nya jalan, pake maskernya juga tertib. Lah, Indonesia gimana? Rakyat nya gimana?"

Loh...loh...loh... Kok jadi nyalahin rakyat? Seharusnya yang disalahin itu pemerintahnya! Mereka yang membuat kebijakan. Rakyat mah tergantung gimana pemerintahnya.

Liat aja sekarang, sekolah ditutup, masjid ditutup, mudik dilarang, tetapi pilkada tetap diadakan dengan masa membludak kagak jaga jarak, lockdown cuma hangat-hangat tokai ayam, bandara tetap dibuka, influencer dibayar pake uang rakyat buat promosi Indonesia, dll. Kalau kayak gini gimana rakyat gak mau esmosi. Tapi, ya rakyat udah males juga kayaknya sama pemerintah.

Akhirnya kita sendiri lah yang harus mengerti dan menjaga tubuh kita. Karena mengandalkan orang lain buat jaga kebersihan, pakai masker, dll gak dapat kita kontrol 100%. Lakukan apa yang kita dapat lakukan dan jika tetap terpapar, you must keep your mind positive!

Jadi stay healthy ya, friends! Terapkan kebiasaan hidup sehat. Makan yang baik dan selalu percaya bahwa kita akan melewati ini semuanya. Keep Fighting!

Terus pemerintah gimana? Udahlah SKIP aja! Udah kayak lawak aja mereka mah. Wkwkwkw....

***

Bekasi, 23rd of June 2021, 14.46

@My office


#Keepwriting #Writingforyourlife #teacherjournal #talk2talk

Monday, June 21, 2021

Values VS Results!

 



"Sebaiknya menggunakan dua device aja, hape dan laptop agar tidak terjadi kecurangan"
"Wah kok bisa ya, anak itu nilainya 100 semua? Padahal khan...."

Obrolan ini beberapa kali sering saya dengar dari rekan-rekan saya. Belajar online menciptakan murid-murid baru yang memiliki nilai yang fantastis padahal selama ini jika belajar tatap muka anak itu memiliki nilai yang pas-pasan bahkan cenderung di bawah KKM.

Saya teringat kejadian beberapa puluh tahun lalu saat Ujian nasional kelulusan SMA. Saya yang waktu itu tercatat sebagai juara umum prodi IPS berhasil dikalahkan oleh seorang teman saya yang ranking di kelas aja kagak. Waktu itu dia menjadi pemilik NEM tertinggi seangkatan. Bayangkan aja NEM nya dia itu rata2 9 koma. Ulala...

Waktu zaman itu memang bocoran merebak luas dan seorang teman sekelas saya sampai minta bantuan saya untuk mengisi soal bocoran itu. Yekaleee.... Saya sempat melihat sekilas soal itu dan ternyata plek ketiplek sama dengan soal yang keluar pada hari H. Teman saya itu kebetulan orang tuanya memiliki percetakan yang mencetak soal UN tersebut! OMG!

Kecewa? Tentu aja. Bagaimana bisa temen yang malas belajar dapat nilai tinggi sedangkan saya nomor kesekiannya. Sempat beredar UN mau diulang, tapi you know lah... Pemerintah Indonesia getooo....

Kemudian hari saya baru tersadar saat ada orang yang berkata pada saya : "Nilai tinggi jika dilakukan dengan cara yang tidak benar tentu tidak ada barokahnya. Suatu yang dimulai dengan kecurangan maka orang tersebut akan terus melakukan kecurangan. Tentu kita tidak ingin menjadi bagian dari orang-orang yang curang khan? Tau sendiri kan bagaimana Al-Qur'an menggambarkan orang-orang yang curang."

Saya pribadi saat menjalankan kelas online ini memberikan kepercayaan penuh kepada anak dan orang tua. Jika ulangan harian maupun PTS dan UAS, saya tidak akan ikut campur dengan bagaimana melaksanakannya. Saya hanya menekankan "kejujuran yang utama" karena kita sama sekali tidak bisa mengontrol apa yang terjadi di seberang laptop, khan? Mau pakai hape atau laptop bersamaan, jika memang value anak itu sudah tidak jujur maka akan menjadi habbit bagi anak itu yang menjadi cerminan dari orang tuanya.

Ada anak yang di real class biasa-biasa aja tapi selama online learning ini nilainya perfect 100 semua. Saya gak bisa berbuat banyak, karena memang yang muncul di result GF saya, anak itu memang menjawab semua pertanyaan dengan benar. Prosesnya? Wallahu'alam bishowab.

Anak yang pintar? Ada yang perfect juga dan ada yang salah satu atau dua nomer.

Paling saat nilai dirilis saya akan mengingatkan pada murid-murid, "Inget ya, kejujuran yang utama. Murid dapat nilai 100 itu udah banyak, tapi murid yang memiliki nilai-nilai kejujuran itu langka." atau pura2 nuduh sambil bercanda.

Saya berusaha memberikan dan mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan kepercayan kepada mereka. Memang saya tidak tahu prosesnya, tapi kan ada Allah yang meihat. Jika mereka yang diberikan kepercayaan lalu melakukan kecurangan, itu bukan kerugian bagi saya itu tetapi problem hidup dia yang terbiasa berbuat curang. Jika ketahuan, akan saya tandai dan jika tidak ketahuan, itu urusan dia sama Allah.

Apalagi yang saya ajarkan anak-anak kecil (SD). Cukup latih dia dengan memberikan kepercayaan dan nilai-nilai kejujuran. Maksa-maksa pake banyak device cuma akan membuat mereka tambah tertekan. Yang kita lihat proses bukan result. Kalau mereka tidak jujur atau menyalahgunakan kepercayaan, biarkan aja. Toh dalam proses itu tidak harus selalu lurus khan? Cukup nasehati mereka jika ketahuan. Itu akan menjadi patokan mereka untuk melakukan tindakan selanjutnya.

Tapi bagaimana anak-anak kelas 1 atau 2 SD bisa melakukan kecurangan dan tindakan tidak jujur? Mereka meniru! Siapa yang ditiru? ORANG TUA!

Banyak orang tua yang takut anaknya dapat nilai jelek, jadi mereka berusaha mati-matian membantu sang anak agar nilainya tetap bagus. Jika dalam ulangan ada soal yang disalahkan padahal jawabannya sudah dikasih tahu orang tua, alih alih anaknya yang protes, malah orang tuanya yang protes. Sebagian orang mungkin menganggap ini wajar karena mewakili anaknya yang masih kecil dan belum berani. Jutru hal ini, bagi saya, mematikan keberanian dan sikap kritis anak. Orang tua akan berkata "Kok disalahkan sih jawabannya? Sini mama tanya guru kamu!" dengan begini si anak setiap ada permasalahan secara tidak langsung akan membiarkan orang tua nya untuk menyelesaikan masalahnya. Jika dari awal si anak yang disuruh maju untuk bertanya pada gurunya, maka selain melatih keberanian juga akan tertanam nilai : kalo merasa ada yang salah kamu harus menyelesaikan sendiri.

Gw pernah loh diteror orang tua. Di WA berkali-kali dengan kata-kata mengintimidasi seolah dia adalah orang yang paling benar. Sampai bilang "Kalau sampai anak saya depresi bagaimana?" padahal anak itu pernah menulis saya sebagai guru favoritnya. Dalam hati, saya bilang "Iya, depressi gegara punya ortu kek elo!" wkwkwk

Ketika orang tua mulai membantu anak dalam ulangan online atau yang lebih parahnya menyewa orang atau lagi mengerjakan ulangan si anak, maka si anak akan mencontoh apa yang dilakukan si orang tua. Otak mereka akan merekam bahwa "berbuat curang itu gak apa apa loh, orang tua saya aja melakukannya."

Duh, akhirnya terbentuklah mindset pada anak itu yang jika tidak diingatkan dan diluruskan akan terus terbawa dalam karakternya.

Anak-anak pintar tentu tidak akan kesulitan jika mengerjakan ulangan online tanpa didampingi orang tua. Atau jika orang tua yang menemani mereka benar, maka mereka yang menjadi perwakilan dari gurunya untuk mengawasi ulangan. Baik belajar online ataupun offline, orang tua tipe seperti ini akan tetap menekankan nilai-nilai kejujuran dan kerja sendiri. Jadi orang tua adalah kunci.

Saya pernah mendapati teman yang ingin memberikan piagam ala ala buat anak-anak di kelas yang nilainya 100. Terus saya kasih masukan deh : "Belajar online kayak begini jarang yang nilainya murni, ngapain juga ngasih penghargaan nilai tertinggi untuk anak yang belum tentu mengerjakannya dengan jujur. Bisa-bisa mereka menganggap harus mendapatka nilai 100 dengan cara apapun agar bisa mendapat penghargaan."

Salah satu dampak buruk dari sistem reward dan ranking adalah menciptakan anak yang ambisius, bersaing, patah semangat, pendendam dan menghalalkan segala cara untuk menjadi yang terbaik. Di sekolah IHF (Indonesia Heritage Foundation) tempat saya pernah mengikuti pelatihan karakter, menghilangkan sistem ranking dan tidak memberikan hasil ulangan kepada anak-anak. Semua nilai akan dikasih tahu kepada orang tua. Mereka menekankan value bukan result. Mereka membentuk karakter anak sesuai dengan kepribadian Indonesia. Nilai dan lain-lain hanyalah pelengkap saja. Jadi anak-anak benar-benar menikmati proses belajar tanpa penuh tekanan.

Mungkin jika ulangannya dilakukan secara offline di kelas sebagaimana biasanya, boleh-boleh aja memberikan piagam untuk nilai terbaik karena mereka mengerjakan di kelas dan terpantau oleh guru.

Sayangnya sistem pendidkan di Indonesia ya seperti itu. Semua ingin menjadii yang terbaik hingga segala cara dilakukan. Gonta ganti kurikulum sehingga guru dan murid disibukkan dengan teori sampai mabok. Semua tujuannya adalah nilai, nilai dan nilai. Akhlak bobrok? Gak peduli! Maka orang-orang akan berpikir : gak apa-apa bobrok yang penting pintar, yang penting juara, yang penting menang!"

Daaaaan.... lihatlah generasi Z sekarang. Terbiasa mengucapkan kata-kata kasar ataupun jorok serta bertingkah laku nyebelin. Lihat aja di tiktok, bejibun sound dengan kata-kata kotor atau video "artis" dadakan yang gak berisi sama sekali. Lihat juga komentar di akun-akun gossip dari netizen yang bikin gw istighfar. Ya karena tadi, akhlak itu bukan nilai utama. Value itu bukan hal penting.

Kalau udah begini siapa yang salah? Gue? Temen-temen gue? Emak gue?? (kibas rambut ala Cinta di A2DC).

Jadi... ayo jangan terbalik-balik. Bukan "Gak apa-apa akhlak bobrok, gak apa-apa gak jujur, gak apa-apa nyontek, gak apa-apa berbuat curang, yang penting bisa juara kelas, bisa jadi direktur, bisa jadi PNS, bisa masuk PTN, dll dll." Coba diubah dengan : "Nilai tinggi, jabatan tinggi, jadi PNS, masuk PTN favorit, akan kehilangan makna jika dilakukan dengan cara curang dan tidak jujur. Karena berawal dari akhlak yang baiklah maka kehidupan kita akan menjadi baik. Insya Allah."

Tapi paling klo gw ingetin gini biasanya dijawab : "Halah... orang lain juga ngelakuin, bukan gue doang!"

Kalo jawabannya udah begitu, ya udah, terserah lo sama keluarga lo aja! Wkwkwk.
***

Bekasi, 21st of June 2021, 11.20 am
@ My office

#keepwriting #teacherjournal #talk2talk


Monday, June 14, 2021

English 4th Grade Practise : Unit 6 - 9


 Salam Everyone!


Here's a link for you to practise english preparation for Final Test.

You just click this link below :


SOAL LATIHAN ENGLISH 4TH GRADE


You don't have to print it out, just write the answers on your book!

Goodluck everyone!


Translate :

Berikut adalah link latihan PAT Bahasa Inggris. Tidak perlu diprin (jika tidak ada printer) tetapi cukup tulis jawaban soalnya di buku tulis.


TIDAK PERLU DIKUMPULKAN ATAU LAPORAN VIA WA.


Thank you so much!


Mr. Yass Ferguson


Thursday, September 17, 2020

Nilai Bahasa Inggris Kelas 4 Tahun Ajaran 2020 - 2021

 Salam Kiddos!

This is must be something that all of you are waiting for.

Berikut adalah link hasil ulangan Unit 1 dan 2 serta tugas ARTS : My world collage.


Silahkan klik disini untuk melihat nilai


Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan :

1. Jika nilai ulangan Unit 1 dibawah 75 (diberi warna kuning) maka silahkan mengerjakan remedialnya dengan menge-klik link di bawah ini :


Remedial unit 1

 

2. Jika nilai ulangan Unit 2 dibawah 75 (diberi warna kuning) maka silahkan mengerjakan remedial dengan menge-klik link di bawah ini :


Remedial Unit 2


3. Jika belum mengerjakan My World Collage, maka silahkan klik link berikut untuk mengetahui cara pembuatannya :


Arts : My World Collage 


Berikut adalah contoh Arts : My World Collage



Tampak dalam (Arkhan 4C)



Cover depan dan belakang (Arkhan 4C)



Tampak dalam (Kaia 4B)



Cover depan dan belakang (Kaia 4B)


Keterangan :

1. Jika sudah mengikuti ulangan tetapi nilai tidak ada / dianggap tidak ikut ulangan, maka silahkan mengirim screen shoot hasil ulangan karena hasil ulangan didapat berdasarkan sistem factual, tanggal, waktu dan nama murid sudah terinput langsung di dalam sistem.

2. Jika sudah menyerahkan hasil Arts : My World Collage tetapi nilai tidak ada / not ready, maka silahkan kirim fotonya kembali ke nomer pribadi Pak Yasser untuk di check ulang. Hasil Arts didapat berdasarkan pengiriman di grup English Learning atau kirim pribadi ke wa guru.


Thank you so much everyone!


Stay healty.

Stay Gold.

Be Grateful.


Mr. Yasser Arafat Sadatun.


Tuesday, August 4, 2020

The Materials For 1st Grade : Unit 1 (At School)



Salam Kiddos!

Hello Evryone!

Here I give you the materials what we have already learnt in unit 1.
You can do it all together with your parents or if you had something to ask, don't hesitate to call me.

Latihan ini TIDAK PERLU dikumpulkan ya! Hanya untuk latihan di rumah saja karena minggu depan kita sudah masuk TES 1. Wow! Time is flying!

Just click this link below aand you can make your own preparation for the TEST 1 :


Be ready for our TEST 1, kiddos!!

Be Grateful.
Stay Healthy.
Stay Gold.

Thank You So Much!

Mr. Yasser Arafat Sadatun

Monday, April 27, 2020

Challenge #1 : Tongue Twisters!



Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Dear Students...

Are you ready to play this game? 😀

Here are some tips :

1. Read carefully
2. Say it loud!

Do you think you can beat me? Let me know! If you can do better me just send your video to me, and I will pick one winner from each class.

Goodluck, kiddos!

If you have any ideas about what material should I make in the video, just write down your comment below. I'm waitiiiingg....


Stay Healthy.
Stay Home.
Be Grateful.

Thank You Very Much.

Mr Yasser A.S
________________

But wait.... Here's another bonus for you! 😄😄😄





Ramadan Story : #1 Prophet Muhammad and His Mother



Salam!

Dear Parents and students...

Here is a video to accompany your fasting day!

Hope you like it!
For parents, I kinda curious about your kids' reaction after watch this 😄😄
Mind to tell me what's your kids reaction in the comment section below!

Thank You Very Much!

Stay Safe.
Stay Home.
Be Grateful.

Mr. Yasser A.S

Thursday, April 23, 2020

Kultum Ramadhan : Andaikan Ramadan Sebuah Surga!


Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...

Hallo murid-murid yang sholeh dan sholeha. Pak Yasser punya cerita nih sebelum masuk ke bulan Ramadan. Cerita kali ini ditemani oleh Rabbit dan Panda. Yuk mari kita dengarkan.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadan 1441 h!


Salam dari :
Rabbit
Panda
Giraffe
Poci (hehehe)
Pak Yasser


Thursday, April 2, 2020

Thank You So Much! (Closing Statement for 1st Grade AY 2019-2020)



Salam!

Dear Students...

It's hard to say the english lesson is OVER! 😢 But it's happened.
So I make this video for all of you who had accompanied me during english lesson.
You are great! I'm gonna miss you all!

Enjoy!

I love you all!


Thank you so much!

Mr. Yasser A.S

Friday, March 27, 2020

The Solar System (Material Unit 8 For 4th grade)



Salam!
Hello students!

Just because I couldn't save this file into my google drive (I dont know why), so I upload this last material for unit 8 in my blog.

Let's check it out!


Stay safe.
Stay at home.
Be grateful.


Thank you so much!

Mr. Yasser A.S

Saturday, December 14, 2019

The Result Of English Final Test 1st Semester For 1st and 4th Grade

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Dear Parents,
Berikut adalah hasil Penilaian Akhir Semester 1 (PAS).

Terima Kasih

Mr. Yasser Arafat Sadatun




Kelas 1 A

Kelas 1B

Kelas 1C

Kelas 1 D


Kelas 4A

Kelas 4B

Kelas 4C

Kelas 4D



Tuesday, December 3, 2019

Preparation For English Final Test 2019 (1st Grade)




Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Dear Parents,

Berikut saya berikan link untuk pembelajaran Bahasa Inggris.


1. Latihan online PAS klik di sini

Note : 

* Soal dibuat sedemikian mungkin mungkin seperti soal aslinya sehingga anak memiliki gambaran soal PAS

* Jika nilai anak-anak kurang bagus maka bisa mencoba lagi hingga anak paham dan mendapatkan nilai bagus



2. Ulangan susulan Unit 4 : klik di sini

Note :

* Bagi yang belum mengikuti ulangan harian (UH) unit 4 maka bisa mengerjakan soal ini

* Link akan ditutup pada tanggal 12 Desember 2019.  Jika ada yang belum susulan setelah tanggal itu maka dianggap tidak ikut ulangan susulan.

* Berikut nama-nama anak yang belum ulangan UH 4 : KLIK DISINI



3. Ulangan susulan Unit 5 klik di sini

Note :

* Bagi yang belum mengikuti ulangan harian (UH) unit 5 maka bisa mengerjakan soal ini

* Link akan ditutup pada tanggal 12 Desember 2019.  Jika ada yang belum susulan setelah tanggal itu maka dianggap tidak ikut ulangan susulan.

* Berikut nama-nama anak yang belum ulangan UH 5 : KLIK DISINI 


4. Latihan Unit 4 dan Soal UH 4 : klik di sini


5. Latihan Unit 5 dan Soal UH 5 : klik di sini


Silahkan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, agar hasil PAS ananda memuaskan. Semoga adanya latihan-latihan ini bisa membantu ananda dalam belajar menjelang PAS.

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.


Mr. Yasser Arafat Sadatun


Monday, December 2, 2019

Preparation For English Final Test 2019 (4th Grade)



Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Dear Parents,

Berikut saya berikan link untuk pembelajaran Bahasa Inggris.


1. Latihan online PAS : klik di sini

Note : 

* Soal dibuat sedemikian mungkin mungkin seperti soal aslinya sehingga anak memiliki gambaran soal PAS

* Jika nilai anak-anak di kurang baik maka bisa mencoba lagi hingga anak paham dan mendapatkan nilai bagus



2. Remedial / Ulangan susulan Unit 4 : klik di sini

Note :

* Bagi yang belum mengikuti ulangan harian (UH) unit 4 maka bisa mengerjakan soal ini

* Bagi yang nilai UH 4 dibawah 70 maka WAJIB mengikuti remedial ini

* Link akan ditutup pada tanggal 8 Desember 2019.  Jika ada yang belum susulan dan remedial setelah tanggal itu maka dianggap tidak ikut remedial dan ulangan susulan.

* Berikut nama-nama anak yang belum ulangan / remedial UH 4 : KLIK DISINI

* Bagi yang nilainya 75 atau dibawahnya juga boleh mengikuti test ini untuk perbaikan nilai.



3. Remedial / Ulangan susulan Unit 5 : klik di sini

Note :

* Bagi yang belum mengikuti ulangan harian (UH) unit 5 maka bisa mengerjakan soal ini

* Bagi yang nilai UH 5 dibawah 70 maka WAJIB mengikuti remedial ini

* Link akan ditutup pada tanggal 8 Desember 2019.  Jika ada yang belum susulan dan remedial setelah tanggal itu maka dianggap tidak ikut remedial dan ulangan susulan.

* Berikut nama-nama anak yang belum ulangan / remedial UH 5 : KLIK DISINI 

* Bagi yang nilainya 75 atau dibawahnya juga boleh mengikuti test ini untuk perbaikan nilai.



4. Remedial PTS Semester 1 : klik di sini

Note :

* Dikerjakan bagi anak yang namanya terdaftar (nilai PTS dibawah 70)

* Soal dikerjakan di lembar jawaban yang sudah disediakan di link di atas. Kemudian siswa memberikan lembar jawaban kepada guru paling lambat tanggal 8 Desember 2019

* Setelah tanggal 8 Desember 2019 maka link akan ditutup dan peserta dianggap tidak mengikuti remedial PTS Semester 1

* Berikut nama anak-anak yang WAJIB mengikuti remedial PTS Semester 1 : KLIK DI SINI



5. Tugas Membuat resensi buku 

Note :

* Dikerjakan bagi anak-anak yang namanya ada di sini : KLIK DI SINI

* Cara membuat dan contoh hasilnya ada di sini : KLIK DI SINI



6. Rangkuman materi Unit 4 dan 5 : klik di sini



7. Latihan Unit 4 dan Soal UH 4 : klik di sini


8. Latihan Unit 5 dan Soal UH 5 : klik di sini


Silahkan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, agar hasil PAS ananda memuaskan. Semoga adanya latihan-latihan ini bisa membantu anada dalam belajar menjelang PAS.

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.


Mr. Yasser Arafat Sadatun


Friday, November 8, 2019

Look, Who Is Smiling Right Now?



Beberapa hari belakangan ini saya sedang mencoba merapikan Hardisk External saya. Mencoba untuk membuatnya menjadi teratur dengan memisahkan masing-masing folder pictures, document, music dll. Setiap file dari masing-masing folder itu pun diberikan nama yang lebih spesifik agar ketika mencari file yang dibutuhkan langsung ketemu. Juga menghapus segala macam file, gambar , musik dan lainnya yang menurut saya udah gak ada faedahnya.

Hingga saat saya membuka folder yang berisi kumpulan screen shoot dari berbagai chattingan grup WA, FB, dan lainnya, saya tertawa geli sendiri melihatnya percakapan-percakapan di screen shoot itu. Sebagian besar percakapan itu berisi argumentasi, debat, bahkan sampai makian kasar antara saya dengan beberapa orang. Segera saja beberapa screen shoot itu saya pindahkan ke "Trash" agar dosa orang tersebut tidak mengalir terus, lagipula saya juga sudah memaafkan. Dan tawa saya semakin geli saat saya menemukan screen shoot dari beberapa orang yang bersekutu melawan saya. Pesan itu berisi penghinaan, halusinasi, sindiran dan kata-kata yang kurang baik. Saya membayangkan masa-masa itu, saat saya diserbu beramai-ramai dan dianggap duri dalam daging di sebuah grup. Ramai-ramia menyindir saya, beberapa di antaranya bermain aman dengan tidka memilih kedua belah pihak. Namun waktu telah membuktikan segalanya. Akhir dari cerita itu pun berakhir ironis. Saya sengaja membiarkan screen shoot ini dalam hardisk external. Lumayan lah, untuk "kenang-kenangan" bagaimana saya berhasil menghadapi para pengkhianat ini.

Kisah ini bermula dari masalah uang dan beda pendapat. Waktu itu kami hendak mengadakan suatu acara di suatu tempat. Kami tidak mengetahui satu sama lain selain dari grup WA. Kami pun bertemu dan mendiskusikan kegiatan yang ingin kami lakukan. Waktu itu sebagai modal awal saya meminjami tim kami ini sejumlah uang sebagai modal. Kami pun sepakat, acara yang akan kami adakan ini hanya menyewa satu tempat. Namun dalam perjalanannya, banyak peserta yang berminat menghadiri kegiatan ini. Kami pun berembuk kembali apakah akan menambah tempat atau bagimana? Saya pribadi memberikan pendapat agar kita bermain aman saja. Sedangkan dua orang itu, sebut saja "Teh" dan "Mbak", merasa bahwa memerlukan dua tempat karena peminatnya yang antusias. Pada satu titik temu diputuskan tetap satu tempat saja karena Mbak dan Teh juga tidak berani menanggung resiko jika ternyata menyewa dua tempat tetapi peserta tetap tidak penuh. Mulailah keduanya menyindir-nyindir saya di grup, padahal keputusan sudah dibuat bersama.

"Saya sih maunya dua, tapi gak ada yang dukung,"
"Tuh, kan, saya bilang juga apa, coba dua tempat aja!"

Dan sindiran-sindiran yang lain, yang intinya adalah menyalahkan saya. Padahal kondisi keuangan pada waktu itu pun masih belum jelas. Peserta banyak yang hanya booking tapi belum transfer. 

Saya pun yang merasa disindir-sindir terbawa emosi juga. Saya bilang kepada Teh yang memegang dan mengurus keuangan untuk segera mengembalikan uang pinjaman saya sebagai ancaman. Teh dan Mbak tambah marah dan semakin menjadi-jadi menyindir di grup. Bahkan mereka (menurut info) bercerita kepada teman-teman yang lain tentang kejadian ini.

Saya memasabodokan apa yang mereka lakukan. Saya tetap bekerja dan menganggap permasalahan itu tidak ada. Bahkan ketika acara usai pun saat makan-makan mereka enggan mengeluarkan uang.

Setelah kejadian ini Mbak dan Teh mulai bersekutu memusuhi saya. Bahkan Mbak ketika berbicara kasar tanpa tedeng aling aling langsung saja di grup. Saya sendiri sengaja menahan. Si Mbak malah berhalusinasi kalau saya mencoba mendekati dia (cuih!). Dia bilang agar saya tidak usah menghubungi dia lagi karena dia kesal di "ciye" in sama teman-teman yang lain. Dia juga berkata jangan pernah meng-add dia lagi di FB. 

Iyeeeuuu!!! Hellaww!! Dulu si Mbak ini yang meng-add saya di FB. Dia juga yang meminta kepada saya untuk memasukkannya ke dalam grup. Plessss dia juga yang sering japri-japri saya buat sesuatu yang menurut saya receh banget! Hadeeehh...

Sedangkan si Teh juga mendukung si Mbak. Si Teh masih baper tentang uang pinjaman. Dia juga tertangkap basah mengirim pesan yang menjelek-jelekkan saya ke grup yang seharusnya untuk japri. OMG! 

Kedua orang ini kemudian mendapat angin segar ketika beberapa teman di grup yang belum mengenal saya atau iri tanpa alasan dengan saya. Satu orang, kita sebut saja Tong, sering menyindir-nyindir saya dan bercanda dengan arah menyindir saya dengan Teh dan Mbak. Padahal usia Tong jauh di bawah saya. Dia selalu menjadi pion terdepan dalam bersekutu dengan Mbak dan Teh. Entah kenapa Tong tiba-tiba ikut terlibat dengan kekisruhan ini. Padahal awal saya mengenal dia, kami saling baik-baik saja. Teh dan Mbak tampaknya selalu menceritakan semua masalah kepada Tong, dan Tong yang akan memulai sindiran di grup yang lalu ditanggapi oleh Teh dan Mbak.

Satunya, kali ini kita sebut Uda, sebagai pimpinan grup. Sangat disayangkan dia malah memihak kepada Teh dan Mbak. Ketika saya men-japri dia untuk membicarakan hal ini, dia tak sungkan-sungkan memberikan kata-kata kurang pantas kepada saya. Di grup pun dia selalu melemparkan tuduhan yang sellau tertuju kepada saya walaupun dia tidak mengatakan.

Serius, saat itu di grup bagaikan neraka. Padahal awalnya kami sangat akrab. Saya mencoba untuk menjadi pihak yang mengalah tetapi mereka tetap tidak peduli. Jika ada acara off air grup, maka saya harus bertemu dengan orang-orang itu. Saya mencoba bersikap baik dan biasa-biasa saja, berbeda dengan mereka yang jelas menjauhi saya. Ketika ada "spotlight" yang mengenai saya, maka seusai acara off air kebencian orang-orang itu akan semakin meningkat. Mereka pun seolah "playing victim" sebagai korban kebencian saya. 

Mereka pun membuat grup yang tidak melibatkan saya. Padahal mereka sendiri yang pernah bilang, jika ingin membuat grup harus menyertakan pengurus grup utama. Jika ada acara-acara off air, sebisa mungkin tidak melibatkan saya. Mereka pun semakin berani membuat candaan tentang saya di grup yang memang tanpa menyebutkan nama, orang pun sudah tahu siapa yang dimaksud. Juga saat saya bekerjasama dengan teman yang lain di grup itu untuk mengadakan suatu acara, mereka akan membuat candaan dan warning tentang saya. Tetapi itu bukan big problem bagi saya. Selamanya saya berusaha untuk bersikap biasa saja dan berdamai dengan diri saya. Jika "mereka" meminta ucapan doa di grup maka saya pun ikut mendoakan walaupun pada akhirnya tetap kena sindiran. Teh dan Mbak memutuskan pertemanan dengan saya di sosmed, memblok nomer saya dan juga akun sosmed saya. Menurut saya sih sudah overreacting, tetapi saya berusaha untuk mendiamkan saja.

Dalam suasana seperti ini, ketika teman-teman yang tahu kamu benar berada dalam posisi netral, dan suasana grup menjadi panas jika saya berbicara maka saya cukup diam saja. Tak henti-hentinya saya berdoa pada Allah agar yang benar itu ditunjukkan benar dan yang salah itu ditunjukkan salah. Saya tak henti berdoa dan yakin suatu saat Allah pasti akan membuka tabir semua itu. Dia akan menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah.

Hingga tahun pun berlalu. Allah menunjukkan dengan cara yang tidak pernah kita duga. Mbak memutuskan keluar dari grup dengan alasan bla bla bla. Dia juga mengatakan akan tetap mensupport kegiatan off air grup yang pada kenyataannya adalah nol besar. Maybe she's found another group to make any mess. Lol! Kabarnya pun sudah tidak terdengar lagi. Padahal yang dulu berkata-kata setia kawan, loyal, dll adalah dia. Teh sendiri masih tetap bertahan di grup.

Di grup itu saya juga punya teman lain yang saya anggap lebih netral dan lebih baik. Pada saat kami bertiga sedang berkumpul untuk hangout, kata-kata itu pun keluar.

"Ih, males banget deh sama si Teh. Kemarin kan saya janjian sama Kak Nessa, eh di maksa ikut. Habis itu dia japri saya buat pinjamin dia uang buat ongkos ke tempat acara. Bilangnya minggu depan akan diganti, padahal uang yang sebulan lalu dipinjam aja belum diganti." ujar teman saya itu, sebut aja Kak Ara.

"Terus, Kak?" tanyaku.

"Ya, terpaksa deh saya bayarin." Kak Ara BT.

Saya tahu Kak Ara ini selain banyak uang juga tipe orang yang "gak enakan" sama orang lain. Jadi dia gampang banget untuk dimanfaatin.

"Betul banget! Waktu itu juga dia juga pinjam uang saya. Kalau ada acara dan ketemu dia sambil makan-makan, dia minta dibayarin dulu tapi uangnya gak pernah diganti." kali ini suara Mbak Atik.

Saya gak menyangka Mbak Atik akan angkat suara karena masalah ini adalah rahasia umum yang semua orang sudah tahu. Dan topik yang sangat sensitif sekali.

"Si Tong juga tuh! Kalau ada acara selalu rame di grup ingin ikut tetapi ujung-ujungnya selalu minta dibayarin. Bilangnya gak punya duit, padahal kalau jajan aja banyak banget!" Kak Ara lagi. Gayanya yang lucu dan repetisi kalimatnya bikin saya ketawa sendiri.

"Aduh... maaf nih Mas Yas, kita jadi curhat. Hahaha...."

Kita pun tertawa bersama. Saya juga tertawa, lebih tepatnya menertawakan betapa ironisnya kehidupan ini. Ujung-ujungya kita jadi membahas (membahas ya, bukan menggibah :) ) tentang grup dan karakter masing-masing personalnya. Mereka menahan itu semua karena ada orang yang lebih tua di grup yang ingin kami muliakan. Tidak enak rasanya jika ribut-ribut di grup.

Oiya, Uda juga masuk dalam topik pembicaraan karena gayanya yang memang "gak banget". Bahkan saat saya bertemu dengan seorang teman lain di kota lain, saya baru mengetahui rahasia kelam Uda. Bukan saya yang meminta diceritakan, tetapi seorang teman yang tiba-tiba bercerita begitu saja.

Pada akhirnya semua memiliki jalannya masing-masing. Mbak sudah tidak terdengar lagi kabarnya. Dukungan yang akan dia berikan nyatanya hanya janji di atas janji. Teh masih berada di grup. Saya sendiri tidak tahu bagaimana urusan dia dengan yang lain. Saya pribadi sih gak mau tahu. Sempat dia membuat grup baru lagi yang tujuannya untuk "patungan" ketika ada acara. Tentu saja saya tidak dimasukkan dalam grup itu. Namun dua teman terdekat saya di grup memilih untuk tidak berpatungan dengan grup itu. Uda sendiri, masih tetap dengan gayanya yang "gak banget" tetapi dukungan untuk dia sepertinya sudah semakin meredam. Dan Tong, akhirnya kita ajak jika ada acara off air. Walaupun lebih banyak kita bertiga saja yang jalan. Karena ditinggal oleh Teh dan Mbak serta Uda maka Tong sudah tidak bernyali lagi. Saya pribadi pun jika dua teman saya meminta untuk mengajak Tong hangout, saya tidak keberatan sama sekali. 

Saya sendiri akhirnya menikmati pertemanan saya dengan beberapa orang saja. Kita sudah tidak terlalu membahas tentang grup, tetapi kami masih tetap menjadi supporter nomer 1 jika grup kami memiliki acara off air. Pada akhirnya terlihat siapa yang tulus dan siapa yang bulus. Saya memaafkan apa yang telah mereka lakukan dan saya tak segan untuk meminta maaf. Sedangkan mereka? Saya tidak pernah satu orang pun mengucapkan permintaan maaf. Walaupun dulu kata-kata mereka sangat menyakitkan, tetapi memberikan mereka maaf adalah kemenangan terbesar saya. Forgive but not forget!

Saya bersyukur Allah menunjukkan semua ini. Segala info itu, tentu saja tanpa saya mengorek-korek nya, datang sendiri menghampiri saya. Semuanya terjadi tanpa saya sangka. Apa yang saya minta  tentang kebenaran ditunjukkan oleh Allah.

Jadi kalau kita memiliki keyakinan bahwa kita benar dan banyak orang menganggap kita salah, tetaplah yakin bahwa kita benar.  Doa yang kita panjatkan atas kedzaliman yang mereka lakukan, Insya Allah akan berbalas. Intinya harus yakin dan sabar. Segala tangis, sakit hati, kemarahan dan lainnya akan berganti dengan senyum dan keceriaan. Bila  kita mengingat kembali hal itu malahan akan menjadi suatu kenangan yang lucu dan "gak banget!". Hahaha.

Selamat tinggal, para kuman! Allah telah menunjukkan jalan. Hingga hari ini pun kalian hanya bisa berbicara tanpa memberikan bukti. Juga masih mencari korban kalian selanjutnya. So sad... Ingin rasanya saya membantu kalian tetapi, maaf, the breaking glasses will never be the sama again. Juga ingin berteriak memaki kalian, tapi harga diri saya lebih tinggi daripada melakukan berbuatan rendah seperti itu. 

At first when I see you cry
It makes me smile
Yeah, it makes me smile
At worst I feel bad for awhile
But then I just smile
I go ahead and smile


-Lily Allen-


One thing, I really want to tell you : 

LOOK, WHO IS SMILING RIGHT NOW???***(yas)




Bekasi, 6th of November 2019
09.43 am



Sebagian isi percakapan pribadi yang harus saya edit dulu sebelum diposting, ya guys!


Awal mulanya nih nih... jreeng jreeng...

Ungkapin dong unek-unek saya

Unek-unek yang daripada disimpan sendiri mending diungkapin langsung

Sindiran-sindiran yang PENTING banget dibawa ke grup oleh Teh

Ini Tong, yang kalau di grup berani langsung negor saya. Kalo ada teman lain, dia gak mau dan berani. Haiyaaa....

Uda yang sok bijak, tapi gak punya attitude sama yang lebih tua. Tong nambahin yang bawahnya, yang "SEHARUSNYA BERFIKIR....."

Mbak yang gak sopan dan nyuruh orang yang lebih tua. Boro2 buka aib, yang bawa2 justru dia dengan membalutnya seolah Islami

Awalnya si Mbak bilang seseorang "statusnya pedas dan tajam", ntar liat deh dia ngomong beda lagi.

Mbak yang bilang "Iya saya jadi nyesel...." , dibales langsung dong sama orang yang lebih tua di grup "klo unfriend ga perlu..." Check mate!

Minta diperhatiin banget sok sok an merendah gitu


Dih ke GR an!! Iyeeeuuuuu.... siapa elu!

Selalu bawa masalah pribadi ke grup, tapi pas diingetin selalu PLAYING VICTIM! Duh!

And taraaaa!!!! Di sini dia bilang seseorang itu "bukan tipe mulut pedas", lah tadi di atas dia bilang "Pedas dan tajam!" Kalo mau playing victim itu konsisten aduh Mbak! Plesss ini yang ditanya apa, jelasinnya jaka sembung bawa golok ples curhat. Masa bodo amat siapa mau minang siapa. Satu lagi, dibalut tulisan Islami biar......... 

Uda yang membabi buta ngebela Mbak dan Teh. Padahal saya gak punya konflik pribadi sama dia.

Seolah2 cerdas, tapi attitude sama orang tua RENDAH! Baper dikacangin, komunikasi aja jarang. Ujung2nya masuk tim Mbak dan Teh. Poor you!

Englishnya, tentu aja ngikutin saya. Jadi yakin, dia marah2 gak jelas gitu karena takut tersaingi. Cuihhh... saya mah gak ada kepengenan nyaingin orang bro!


Di grup kembali nyindir walaupun pakai inisal nama saya! Lah gw yang mau liburan pake uang gue kenapa situ yang repot??? Minta sama grup atau siapa pun gue kagak pernah eh situ yang ketakutan masalah keuangannya terbongkar ya?
Liat siapa yang mulutnya jahat? Tapi kalau ketemu saya............ Uda uda...





Wednesday, November 6, 2019

Konsep Diri : Asking Myself Fun Questions!




Salam!

Udah lama juga gak nulis di blog, padahal awal buat blog baru ini mau lebih konsisten buat nulis. Ternyata hanya janji-janji saja layaknya para politisi ketiba musim kampanye tiba :)

Nah, untuk permulaan back to writing, kita main tanya-tanyaan aja ya. Sekedar membangun konsep diri dan to having fun!

Let's do it!


Question 1: When did you screw everything up, but no one ever found out it was you?
Ini kayaknya semacam malik teriak maling kayaknya ya? Hahaha... Pernah sih, ketika ngelakuin sesuatu eh malah kacau, trus pas ditanya siapa yang bikin kacau pura-pura gak tau dan malah ikutan sibuk nyari pelakunya. Hahaha... Kejadiannya mungkin secara rinci dan detailnya gak inget tapi ini kayaknya dilakukan pas zaman-zaman muda dulu deh (sekarang emang udah tua ya?) Tapi satu contoh hal yang nyata adalah : ketika kentut di ruangan terbuka and everyone smells bad for it. Langsung pura2 gak ngaku dan nuduh-nuduh yang lain. Hahaha...
Question 2: What would you name your boat if you had one?
The Morning Glory. Gak tau kenapa pilih itu. Kepikiran itu aja sih. 
Question 3: What will finally break the internet?
Apa ya? Mungkin pas mau ke kamar mandi. Atau pas nyadar, "ya ampyun udah mau subuh masih asyik main internet, padahal besok masuk pagi! OMG!" 
Question 4: What celebrity would you rate as a perfect 10?
TAYLOR SWIFT!!
Question 5: Which fictional character would be the most boring to meet in real life?
Have no idea!
Question 6: What is the best and worst purchases you’ve ever made?
the best : book, book, book, and book! And for those books that I've bought in Melbourne with the lower prices!

the worst : a shirt, I bought just because it cheaps but actually I really don't need it.
Question 7: If you had to change your name, what would your new name be, and why would you choose that name?
Hmmm... let me think for a second. I thought it would be Faris, Faiz or something common but unique.

Question 8: What are some things that sound like compliments but are actually insults?
Kamu rapih banget ya, saking rapihnya ruangan kamu jadi gak ada apa-apa... hahaha...
Question 9: What’s a body part that you wouldn’t mind losing?
Pimpless!!! And black spot on my face!!
Question 10: What’s your biggest screw up in the kitchen?
Masukin mangkok plastik ke microwave! Untung keburu ketauan saudara, jadinya itu microwave gak meledak... wkwkwkwk

Question 11: What’s the worst commercial you’ve recently seen? Why is it so bad?
Iklan partai *****do. Itu soooo irritating!
Question 12: What’s the closest thing to real magic?
instant message and video call.
Question 13: What is the craziest thing one of your teachers has done?
Gave me the answers of my exams! Even I didn't aware what she did, but at the end I realized she gave me the whole answers.
Question 14: Who is the messiest person you know?
I know for sure! He is one of my pupil. I dont want to give a name :)
Question 15: What problem or situation did TV / movies make you think would be common, but when you grew up you found out it wasn’t?
crying or hug with other people. It isn't easy in real life. Sometimes I feel embarrased, another time I feel awkward.
Question 16: What quote or saying do people spout but is complete BS?
"What's yours will find you!" - Ali Bin Abi Thalib