Showing posts with label pupils. Show all posts
Showing posts with label pupils. Show all posts

Saturday, June 4, 2022

Fun Friday with 3D!

 


Kelas yang paling seru dan heboh? Udah pasti 3D!! Yang klo ketemu anak-anak kelas ini, saya sudah berasa selebriti aja karena dikejar-kejar, dipeluk-peluk, bahkan dimintain tanda tangan dan THR! Wkwkwkwk.

Dari lantai 3 jika mereka melihat saya di lapangan sedang jalan, pasti mereka teriak-teriak memanggil saya. Dan saya melambaikan tangan bak selebriti Wkwkwkwk Pokoknya seru deh! 

Tapi siapa saja ya tokoh-tokoh yang ada di kelas 3D?

Ada guru Baru yang super heboh juga, Bu Ririn. Yang mengklaim baik hati dan cantik bagai dewi khayangan (tapi boong wkwkwk) Supporting sistem yang emang beneran baik, senang berbagi dan jadi panutan anak-anak. Thank you for always believing me even when no one trust me.

Ada Bu Nam, si pemilik Nam Air (eh, gak deng wkwkwk) yang setiap hari membimbing anak-anak untuk membaca Al-Quran dengan sifat keibuannya yang luar biasa. You are great, Bu!

Nah, sekarang mari kita check anak-anaknya ☺

Ada Raskha si anak baik yang tidak banyak berbicara. Raskha yang imut dan lucu tapi selalu semangat mengerjakan soal-soal. Semangat terus ya, Ras!

Ada Ahlan yang dari kelas 1 sudah rutin saya panggil “Ahlan Wa Sahlan”. Anak yang suka julid untuk kebaikan wkwkkwk Ahlan yang serba tahu dan enak diajak diskusi. Ahlan yang kadang ngomongnya suka nyelekit wkwkwk Jadi lebih ramah lagi ya, Lan!

Ada Alika si cantik yang baik hati. Alika yang kelihatannya diam tetapi sebenarnya senang bersosialisasi dengan teman-temannya. Anak baik yang selalu bangga sama kakaknya. Semakin jadi anak yang baik ya, Alika!

Ada Alma si pintar yang cekatan dan lari secepat kilat. Anak yang wajahnya serius tetapi memiliki hati yang baik. Anak yang mandiri dan belum akan menyerah sebelum dia tidak bisa. English speaker yang pronounciationnya bagus beud! Semangat, Ma!

Ada Aay yang sepertinya out of radar. Aay yang dulu ceria sepertinya sekolah online menghilangkan semangat Aay. Tapi dia masih baik hati dan kalem. Ayo Aay semangat lagi!

Ada Alya yang dulu juga rame tapi sekarang kok jadi kalem ya? wkwkwk Alya dulu sering banget bincang-bincang sama saya tapi sekarang udah jarang. Alya yang baim hati dan suka memberi. Kamu keren, Al!

Ada my bestie Zenith! Yang klo denger namanya inget produk peninggi badan wkwkwk Yang baik hati, peduli, pinter, rajin dan seru abis. Klo sama Zenith udah deh bisa ketawa-ketawa terus. Terus memberikan senyum untuk orang lain ya, Zen! Dan jangan lupa Grow, ya! ☺

Ada Kahfi si calon ilmuwan Nasa tahun 2042. Kalo bicara dan diskusi dengan Kahfi, dia bisa menjelaskan semua hal tentang luar angkasa. Kahfi yang berpikirnya out of the box. Semoga kamu bisa ke Luar angkasa ya, Fi!

Ada Aurel yang cantik bak boneka poselen ☺ Anak yang kalem dan baik hati. Aurel yang jika disapa maka akan muncul senyumnya. Ayo Aurel berlatih untuk berkomunikasi, ya!

Ada Daanish si anak super duper baik hati. Daanish yang selalu rajin belajar. Daanish yang sopan dan santun dan berbicara dengan lembut. Jempolan deh, pokoknya. Pertahankan siakp baikmu ya, Dan!

Ada Danyaaaaa my English Bestie! I forgot when the last time we spoke Bahasa ☺ She’s the one who runs after me and says out loud “Give me your signature!” wkwkwkwk The one who calls my first name ☺ We have a lot of fun during English lesson. Keep it up at good work, Dan!

Ada Dzaky si anak pintar, jago bahasa inggris dan bersemangat. Dzaky yang kelihatannya kalem tapi ternyata seru beud. Yang saat English session bisa seru-seruan. Semangat belajar terus ya, Dzak!

Ada Adeelll… yang kalo manggil dia udah pasti pake lagu nya Adel semacam “Easy on Me” atau “Someone Likes You” wkwkwk Anak yang juga bahasa Inggris, selalu speak bahasa Inggris, tetapi Adel lebih calm. She’s got everything, tinggal tingkatkan percaya diri kamu ya, Del!

Ada Ais yang gahool abisss! Ais yang up 2 date banget sama hal-hal baru. Yang klo diminta tolong, jadi garda terdepan yang siap membantu. Ais yang sportif dan bisa diandalkan. Semangat untuk selalu menolong teman ya, Ais!

Ada Ibrahim alias Pak haji panutanquw! Ibrahim yang tidak banyak berbicara tapi membuktikan semuanya dengan prestasi. Senyumnya yang malu-malu dan komunikasinya yang tidak banyak bicara. Melihat Ibrahim jadi ingat sejarah Nabi Muhammad ketika masih muda. Semoga Akhlak Ibrahim bisa mengikuti Rasulullah Muhammad, ya!

Ada Ikram si ganteng yang pintar. Ikram yang sangat teliti, baik hati dan suaranya yang khas. Waktu kelas 1 ketika difoto, Ikram adalah yang paling ekpressif. Jika berbicara dengan Ikram seperti berkonsultasi dengan dokter wkwkwk Suatu saat kamu jadi dokter untuk ummat ya!

Ada Mail si anak paling kreatif! Anak yang ngerti banget komputer. Yang memiliki pertanyaan-pertanyaan kritis yang kadang saya kelabakan sendiri. Yang jika dilarang harus dijelaskan secara detil kenapanya. Semangat terus ya, Mail!

Ada Alin yang kalem dan tidak banyak bicara. Tetapi Alin adalah anak yang disukai teman-temannya karena kebaikan hatinya. Alin yang baik hati dan selalu patuh di kelas. Semangat ya, Lin!

Ada Kanaya yang lucu dan baik. Saya memang tidak terlalu mengenal Kanaya karena dia anak baru, tetapi saya tahu dia anak yang baik saat sekali kami berinteraksi. Kamu harus tetap percaya diri ya, Kan!

Ada Krishna yang jauh di mata tapi dekat di hati ☺ Terakhir bertemu Krishna waktu kelas 1 dulu. Anaknya kelihatan kalem tapi aktif dan kreatif :p Di manapun Krishna berada semoga kamu menjadi anak yang baik ya, Krish!

Ada Ahsan yang baik banget dan ramah senyum. Yang selalu menyapa dengan ramah atau melemparkan guyonan yang membuat saya tersenyum. Ahsan yang berpribadi baik dan gak pernah marah. Pertahankan sikap baikmu ya, San!

Ada Althaf si anak serba bisa yang jago banget Bahasa Inggris. Althaf yang menurut saya selangkah lebih maju untuk pelajaran. Dengan pemikirannya yang gemilang dan berpengetahuan luas. But you must try to connect with your friends, ya Thaf!

Ada Hamzah si abang ganteng yang tenang tapi jangan coba2 disenggol, ya! ☺ Hamzah itu ciri khas nya peci di kepalanya, jadi klo ngeliat Hamzah gak pake peci kayak berasa aneh wkwkwk Hamzah yang baik hati, penyanyang dan suka kedamaian. Semangat menjadi anak sholeh, ya Hamzah!

Ada Fatih yang baik, rame dan heboh. Kalau ketemu Fatih trus dia diam aja, pasti ada yang salah ☺ Ketemu Fatih ini paling seru karena dia heboh banget! Tapi Fatih juga memiliki empati yang bikin saya trenyuh. Si paling ceria di kelas. Tetap semangat ya, Tih!

Ada anak baik Zain yang tertin, tenang, tapi tetap terkoneksi baik dengan teman-temannya. Anak yang luar biasa sopan, berbicara seperlunya dan mengetahui mana yang perlu dilakukan dan mana yang tidak. Zain yang menginspirasi saya untuk berbuat baik. Keep it a good work, Zain!

Ada Zahra yang baik dan kalem. Anak yang seperti anak perempuan kebanyakan, selalu tersenyum dan berhati lembut. Zahra semakin semangat belajar, ya!

Ada Nailah, kembaran Zain, yang super heboh! Keliatannya Nailah itu kalem tapi dia kebalikan dari Zain. Nailah yang jago gambar (sama kayak Danya dan Adel), mudah tersentuh dan ceria. Kalau ketemu Nailah, udah pasti gak bisa lolos begitu aja. Dia pasti ngejar saya sampai ketangkep. Nailah, semangat terus ya! ☹

Ada Fatah yang kalem dan baik hati. Fatah memang tidak banyak bicara di kelas, tetapi dia aktif dalam pelajaran. Fatah yang memiliki senyum khas yang susah buat dilupakan ☺ Semangat terus menjadi anak yang baik ya, Fat!

Ada Naura yang baik dan mata bulatnya yang khas banget. Naura yang juga tidak terlalu banyak berbicara tetapi selalu semangat dalam belajar. Yang dengan semangatnya itu jika ada soal yang sukar dia gak akan menyerah. Pertahankan semangat itu ya, Nau!

Ada Rara temannya Tinky Winky, Dipsy and Po, eh salah deng ☺ Rara si anak baik yang klo dipanggilnya dilanjutin dengan nama-nama Teletubbies langsung senyum. Rara anak baik dan gak macam-macam. Semoga Rara terus semangat!

Ada Qamraa yang selalu saya panggil “Qomroo” karena mengikuti ejaan Bahasa Arab ☺ Si anak pintar yang keliatannya aja kalem tapi klo udah deket beeeuuhhh heboh beud! wkwkwk Si pintar Bahasa Inggris dengan tinggi menjulang. Semangat terus ya, Qam!

Ada Rania yang (lagi-lagi) kalem. Satu hal unik yang saya lihat dari Rania pas lihat video dia nyanyi, dia memiliki suara yang bagus! Klo dilatih dengan baik bukan gak mungkin Rania bakalan terpilih ikut lomba Olka. Karena suara dia khas bingits! Ayo semangat, Ran!

Ada Rafa yang bagian anak keliatan kalem tapi nyatanya sama hebohnya dengan yang lain wkwkwkwk Anak yang cerdas dan pengetahuannya juga luas. Yang suka mendekat diam-diam dan nanya2 hal detil. Semangat ya, Raf!

Dan ada Ozil si anak heboh, ceria, pintar sama suka nagih THR! Wkwkwkwk Dia yang menyuarakan gerakan “MINTA THR” wkwkwk Tapi seru sama Ozil. Kalo mood nya bagus, senyumnya mengembang terus. Tapi klo lagi marah kesel, dibaikin dikit dia langsung baik lagi. Seru pokoknya!

Dan… Jum’at terakhir itu menyisakan kenangan indah yang tak terlupakan. Apalagi ini adalah kelas offline yang baru beberapa kali saya datangi (karena 3D selalu kebagian online)

Saat saya mengucapkan terima kasih, anak-anak terdiam. Bahkan beberapa anak yang selalu berbicara di kelas juga ikutan terdiam. Ada air mata yang tiba-tiba tumpah. Sekuat tenaga saya menahan air mata dan mengalihkan dengan hal-hal lucu.

“Please, pak jangan pindah.”

“Kenapa harus pamit, Pak?”

“Aku sedih, Pak.”

“Makasih THR nya, Pak.”

Kemudian anak-anak menyerbu maju ke depan untuk memeluk dan mengumpulkan kertas berisi perasaan mereka tentang kelas Bahasa Inggris. Di balik kaca mata genangan air sudah nyaris saja tumpah. Anak-anak baik ini dengan beragam tingkah polos mereka dan hati mereka yang masih murni.

Untuk mengusir kesedihan, seorang anak mengecilkan volume speaker yang sedari tadi mengalunkan musik instrumental saat saya berterima kasih. Tak lama saya mengambil kamera saya untuk berfoto bersama. Saat saya keluar masih ada anak-anak yang mengejar dan meminta saya mengatakan bisa bertemu lagi.

Jumat itu menjadi kelas Bahasa Inggris paling akhir di tahun ini. Meninggalkan beribu-ribu memori bersama mereka. Dicintai anak-anak adalah kebahagian tersendiri dan anugrah yang tidak mudah didapatkan. Membuat mereka tertawa, tersenyum atau mengusir gundah mereka juga kebahagiaan bagi saya. Tak apa rekan yang lain tak menyukai saya, menuduh saya, asalkan bukan anak-anak yang membenci saya.

Kelas itu pun berakhir, seiring waktu yang bergerak maju.

Semangat menjadi anak-anak baik, ya!

Semoga Allah menjaga kalian dengan penjagaan yang paling baik.

Terima kasih dan sampai berjumpa lagi.

*

Jakarta, 4 Juni 2022.  


























Friday, June 3, 2022

The Timeless Thursday

 


Selamat datang di kelas 3A! Kelas di mana semua anak punya cerita dan karakteristik yang menarik. Kelas di mana anak-anak hebat berkumpul menjadi satu sehingga memiliki cerita yang berbeda-beda. 

Nama anak di kelas 3A dimulai dari Abram si anak pintar yang memiliki pengetahuan luas. Anak yang selalu aktif di kelas Inggris baik offline maupun online. Semangat terus ya, Abram!

Ada Deetan yang polos dan lucu ples imut. Deetan yang selalu tersenyum, bahkan ketika dia marah (eh, dia jarang marah deh kayaknya ☺) Anak baik hati dengan pipi gembul. Semangat, Deet!

Ada Jingga anak yang tidak banyak bicara tapi menjadi pemerhati yang baik. Jingga yang pintar, berkarakter dan memiliki hobi yang sama dengan saya. Tetap menjadi anak yang baik, ya!

Ada Mika yang baik hati, sering menyapa, dan kadang jutek ☺ Mika yang terlihat galak tetapi hatinya luar biasa baik. Mika yang selalu curhat “My knee is hurt, Pak.” atau tiba2 menyapa “Hallo, Pak!” Mika harus menjadi anak yang baik, ya! Jagain kakak2nya, ya! Semangat!

Ada Alya Rana si anak yang pendiam dan baik hati. Alya Rana yang selalu memerhatikan pelajaran Bahasa Inggris. Yang selalu tertib. Ayo Alya Rana, kamu harus belajar mengungkapkan perasaanmu! Semangat!

Ada Shaqila yang murah senyum. Yang sekarang pipinya sudah chubby, membuat senyumnya jadi semakin menarik ☺ Shaqila yang ramah dan mudah untuk tertawa. Ayo, Shaqila, tingkatkan lagi prestasimu, ya!

Ada Aqilah yang juga pendiam (kelas 3A banyak yg pendiam, ya? ☺) yang selalu membantu teman dan berbuat baik. Pertahankan semangat berbuat baiknya ya!

Ada Aretha si imut-imut yang lucu dan dramatik ☺ Kalo gak ada Aretha, sering kehilangan teman untuk mengobrol dan tawanya yang lucu memperlihatkan gigi-giginya. Semangat belajar ya, Aretha!

Ada Arin yang tinggi, rajin dan baik. Arin yang menjadi semacam pengawas buat teman-temannya. Klo saya membutuhkan pengawas, maka Arin yang bisa diandalkan. Semangat terus, Rin!

Ada Chilla yang pemalu dan baik hati. Yang masih belum berani berbicara tetapi selalu menyimak dengan seksama. Chilla, kamu harus belajar untuk lebih percaya diri, ya!

Ada Azzam yang sensitif, tapi ramah. Azzam yang sebenarnya baik dan perhatian tetapi belum bisa mengungkapkan kepada temannya dengan baik. Terus belajar untuk menjadi pribadi yang baik ya, Zam!

Ada Bilal si anak pintar dan komunikatif. Bilal yang selalu mengalah dan tidak mau ribut. Bilal yang klo senyum dan ketawa pipinya mengembang ☺ Bilal yang sayang adik dan selalu menjadi panutan. Semangat, Bil!

Ada Ganta yang aktif dan lincah ☺ Ganta yang senang berbaur tetapi belum bisa mengungkapkan maksud baiknya. Berbuat baik selalu ya, Gan!

Ada Anta yang baik, pemikir, dan pintar. Anta yang walaupun badannya besar tetapi selalu membantu teman-temannya. Anta yang sangat peduli dan selalu berbuat baik. Yang kalau tertawa suka bikin kaget. Kamu bisa terus menjadi hebat, Anta! Meoow!!

Ada Daffa yang luar biasa kreatif. Kelihatannya dia memang pendiam tapi sebenarnya Daffa itu memiliki jiwa kreatif yang out of the box. Temukan dan gali terus potensi kamu ya, Daf. Semangat!

Ada Farrel yang imut-imut dan selalu peduli. Farrel yang baik dan sering tertawa. Kalau Farrel diam berarti there’s something wrong. Farrel yang walaupun imut tapi pikirannya lebih dewasa dari anak yang lain. You will always be the best, Rel!

Ada Rasya yang ramah senyum dan suka melakukan sesuatu yang baik. Rasya yang sellau tertawa bahkan jika saya bercerita yang tidak lucu ☺ Yang ramah senyum dan selalu tersenyum. Keep it up, Ras!

Ada Gladwin yang kelihatannya pendiam tapi ternyata rame dan seru! Yang suka corat-coret menghasilkan gambar. Anak kreatif dan pintar Bahasa Inggris. I’m glad you are Gladwin ☺

Ada Fakhirah yang senang bercerita dan selalu semangat. Fakhirah yang baik, senang menolong dan selalu membantu saya dalam menertibkan anak-anak. Fakhirah semangat terus, ya! Kamu pasti akan menjadi anak yang berhasil.

Ada Innara si anak pintar. Innara yang selalu meraih hasil yang bagus dalam pelajaran Bahasa Inggris. Yang sekarang sudah bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Semangat belajar dan berteman, In!

Ada Calief yang tidak banyak bicara tapi tetap aktif. Yang bilang “Aku gak bisa Bahasa Inggris,” tapi nyatanya bisa. Yang kalem dan baik hati. Tetap semangat ya, Calief!

Ada Hanif yang kalem dan baik hati dan jago olahraga. Hanif berbicara seperlunya saja. Anak baik yang rajin dan pengertian. Semangat terus, Nif!

Ada Risam yang imut tetapi sebenarnya tidak lebih dewasa ketimbang temannya. Risam yang kalem dan baik hati. Selalu jadi andalan jika ingin meminta bantuan. Tetap menjadi anak yang rendah hati ya, Sam!

Ada Gibran yang lucu dan rame! Kelas klo gak ada Gibran udah pasti sepi. Yang suka teriak-teriak lapar ☺ Tapi walaupun begitu Gibran selalu semangat belajar. Dia bukan tipikal yang malas bergerak. Dia juga ramah dan sering menyapa. Semangat Bran..Bran!

Ada si kembar Nafia dan Naura yang super duper kalem dan kompak satu dengan yang lain. Waktu kelas 1 pernah membuat NafNau tersenyum tapi sampai sekarang belum bisa membuat dia berbicara ☺ Semangat belajar ya, NafNau!

Ada Kayla yang selalu semangat 45. Yang mau mencoba segalanya. Kayla yang tidak malu jika siminta maju ke depan. Kayla yang bergerak cepat dan mengawasi teman-temannya. Tetap semangat, Kay! 

Ada si ganteng Rayyan yang baik hati dan ramah. Rayyan yang jago komputer dan seorang gamer ples calon desainer canva ☺ Jika berbicara teknologi dengan Rayyan udah pasti seru dan menarik. Terus kembangkan bakatmu, Ray!

Ada Riyadh yang baik hati, lucu dan paling sering bilang “Pak Yasser ganteng,” ☺ (nilai kamu auto 100) Yang suka gak percaya diri ngerjain Bahasa Inggris, tapi klo udah diajarin ternyata bisa. Kamu anak baik, harus lebih semangat!

Ada Safiya yang kalem dan belum suka buka suara. Safiya yang baik, tenang dan damai. Tapi Safiya bisa juga bersuara jika diperlukan. Semangat terus ya, Saf!

Ada Sashi yang selalu antusias, pintar dan baik hati. Sashi role model anak yang selain pintar tapi juga bisa bergaul dengan teman-temannya. Anak yang percaya diri dan terampil. Pertahankan kebaikan kamu ya, Sash!

Ada Syahlla yang suka olahrga. Syahlla yang ramah dengan senyumnya yang lebar, serta sering curhat tentang abang-abangnya ☺ jangan gampang bad mood ya, Syah. Dan terus berprestasi di olahraga!

Ada Nabila yang suka menggambar dan bertanya. Nabila yang senang menyapa dan meminta pendapat tentang gambarnya. Nabila yang menjadi lebih baik dan ramah. Semangat ya, Nab!

Dan terakhir ada Zelmira si anak serba bisa. Anak yang bukan hanya pintar, tapi ramah, dewasa dan baik. Zelmira yang menjadi sosok panutan untuk teman-temannya. Tetap pertahankan prestasi dan akhlak kamu, Zel!

 
Kelas terakhir hari itu menjadi hal yang susah dijelaskan. Musik instrumental yang saya putar untuk menemani pamitan saya semakin membuat suasana syahdu.

“Mata bapak kok merah?”
“Aku sedih.”
“Kenapa Bapak harus pergi?”
“Apa aku masih bisa bertemu Bapak?”
“Kok, aku jadi ingin menangis.”
“Kenapa Bapak tidak sampai kelas 6?”

Celotehan itu rasanya mendesak air mata untuk turun. Beberapa anak maju untuk memeluk.

“Insya Allah, nanti kita ketemu lagi, ya! Kalian tetap menjadi anak yang baik, ya!”

Suasana hening sejenak.

“Yuk, kita selfie bareng. Say English Class!” Aku memecahkan keheningan dan menyiapkan kamera di ponsel.

“English Class!!” semua berteriak.

Makanan yang dibawa Bilal, Mika, Zelmira, Gladwin, dan beberapa anak yang lain lalu dibagikan. Anak-anak menerimanya dengan tertib dan gembira.

Seorang anak mendekat dan berkata lirih, “You are the best teacher ever!” Lalu dia memberikan kertas bertuliskan itu. 

Ada rasa jeda sejenak. Semua memori dengan mereka berkelebat secepat kilat. Tetapi ada waktu yang akan memisahkan ini semua.

Terima kasih anak-anak hebat. Waktu di hari Kamis jam 10 tidak akan pernah lekang oleh waktu. It’s timeless. Bertemu dengan anak-anak hebat yang kelak dengan cepat akan berubah menjadi manusia-manusia dewasa dengan segala problematikanya. Apapun yang terjadi, selalu akan ada doa terbaik untuk mereka semua.

Terima kasih…
Till We Meet Again…

***
Bekasi, 2 Juni 2022








Monday, April 27, 2020

Challenge #1 : Tongue Twisters!



Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Dear Students...

Are you ready to play this game? 😀

Here are some tips :

1. Read carefully
2. Say it loud!

Do you think you can beat me? Let me know! If you can do better me just send your video to me, and I will pick one winner from each class.

Goodluck, kiddos!

If you have any ideas about what material should I make in the video, just write down your comment below. I'm waitiiiingg....


Stay Healthy.
Stay Home.
Be Grateful.

Thank You Very Much.

Mr Yasser A.S
________________

But wait.... Here's another bonus for you! 😄😄😄





Ramadan Story : #1 Prophet Muhammad and His Mother



Salam!

Dear Parents and students...

Here is a video to accompany your fasting day!

Hope you like it!
For parents, I kinda curious about your kids' reaction after watch this 😄😄
Mind to tell me what's your kids reaction in the comment section below!

Thank You Very Much!

Stay Safe.
Stay Home.
Be Grateful.

Mr. Yasser A.S

Thursday, January 25, 2018

Bang Kapten! (Untuk Dia yang sedang termenung)





"Berapa menit lagi Kev, waktunya?"

"Paling 2 menit lagi, paak"

Tak lama pluit berbunyi panjang. Aufa menangis, Garin menangis, Hafidz juga, Razandy ikutan menangis. Aku mencari Bang Kapten, belum menangis tetapi wajahnya sudah memerah.

"Bu Yen, ayo bu deketin mereka," ujarku pada Bu Yen, Kepsek kami yang juga jadi supporter di pinggir lapangan tadi. Bu Yen berjalan menuju kursi pemain.

Melihat para pemain menangis, aku ikutan menangis (tapi dalam hati... hahaha). Sedih melihat mereka kecewa. Aku pun mengekori Bu Yen di belakang. Kevino yang kucari-cari sudah tidak ada. Aku menuju ke satu titik, Bang Kapten.

"Waahh, kalian hebat loh tadi! Keren banget!! Keceh Badai! You all did well! Semangat!" ujarku dengan suara dikuat-kuatkan... hahahah...

Hafidz berjalan gontai diikuti mamanya. Razandy dihibur mamanya. Aku melihat Bang Kapten berjalan memegang sobat terbaiknya, Si "celana bolong". Aku segera menuju dia.

Beberapa waktu seusai sholat jumat tadi aku sempat berpesan pada Bang Kapten yg sengaja kusuruh duduk di sampingku. "Sebelum keluar, doa dulu Kapten" Dia mengangguk dan berdoa dengan khusyuk. Kemudian, "Give me a hug!" ujarku lagi. And he did. “Do the best!” ujarku sebelum dia pergi.

Usai itu dia segera keluar bersama dengan teman-temannya. Aku pergi ke ruang guru untuk menyelesaikan beberapa urusan yang belum selesai. Pertandingan belum dimulai jadi aku masih ada waktu untuk mengerjakan beberapa hal sebelum mendukung tim Bang Kapten.

Tak lama suaranya terdengar lagi memanggilku, menanyakan pelatihnya yang juga rekan kerjaku. Aku memberi tahunya kemudian dia pergi.

**

Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang saat keriuhan terdengar di lapangan. Beberapa anak yang sedari tadi kuminta untuk mendukungnya sudah duduk di pinggir lapangan, termasuk si "celana bolong, sahabat Bang Kapten. Aku segera bergabung dengan keriuhan itu. Di dekatku ada Kevino dan beberapa anak yang lain. "Celana bolong" duduk di pinggir lapangan, berteriak-teriak menyemangati sahabatnya.

Pertandingan berjalan seru. Lawan di final adalah SDIT Thariq Bin Ziyad. Di atas lapangan mungkin Tim Bang Kapten bisa menang, tetapi tim lawan menurunkan kekuatan penuh.

Beberapa saat kemudian kebuntuan permainan berakhir dengan gol dari Bang Kapten. Kami yang menonton berteriak-teriak senang. Aku mengelu-elukan nama Bang Kapten. Kevino yang ada di sampingku protes karena aku terlalu heboh, katanya. Hahaha…

Aku berteriak-teriak memanggil Bang Kapten, jika acapkali dia melakukan tendangan. Aku memanggil Razandy, Aufa, Garin, siapapun yang kubisa kupanggil pasti kuteriaki namanya. Tak lupa teriakan khas ku, “Come on!! You can do it!”

Tetapi permainan semakin tegang. Gol pun bersarang di gawang Aufa, menjadikan kedudukan menjadi 1-1. Kami terus berteriak-teriak memanggil-manggil setiap orang yang bisa kupanggil. Bang Kapten yang paling utama. Gawang tim Bang Kapten semakin dibombardir lawan. Beberapa peluang bagus gagal dieksekusi Razandy, Garin, dan Bang Kapten. Permainan Aufa semakin menurun dan terlihat tegang. Beberapa kali shoot yang dilakukannya dari gawang melenceng jauh ke sebelah kiri atau kanan gawang lawan. Raifa berusaha keras menahan gempuran bola. Razandy nyaris membuat gol kalau tidak berhasil ditepis oleh kiper lawan. Semua terlihat frustasi. Pak Budi, pelatih mereka teriak-teriak. Kami di pinggir lapangan ikutan tegang dan teriakanku semakin kencang, “Focus!! Focus!! Focus!!” teriakku melihat kekacauan tim kami. Dan petaka itu datang. Gol kedua berhasil disarangkan oleh tim lawan. Pemain semakin tertekan dan nervous. Kami di pinggir lapangan semakin deg deg-an.

"Si Celana Bolong" berteriak-teriak mengatakan sesuatu yang tidak baik tentang lawan. Aku mengingatinya, “Hoi, jangan sampai kita sudah kalah terus ditambah menjadi buruk dengan perkataan yang tidak baik ya, Celana Bolong.” Si "Celana Bolong" menurut. Kami memberikan semngat lagi.

Hafidz masuk menggantikan Razandy. Kami semakin berteriak-teriak. Bang Kapten semakin lincah mengawal bola tetapi selalu dihadang oleh tim lawan. Aufa semakin melakukan banyak kesalahan dengan shoot nya. Terlihat sekali tim kami sangat tegang dan tidak santai. Aku lagi-lagi menoleh pada Kevino menanyakan waktu. Pak Wi, wakil kepala sekolah kami memberitahu bahwa waktu sudah masuk injury time and it will be so hard to win. Akhirnya wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Tim lawan sujud syukur dan bersorak kegirangan. Bang Kapten dan teman-temannya juga sujud tetapi penuh dengan air mata. Pertama yang kutangkap menangis, Aufa, diikuti Garin, Hafidz, Razandy dan… Bang Kapten. Tetapi Bang Kapten berusaha terlihat tegar.

Setelah itu aku mengikutinya dari belakang saat dia berjalan memegang bahu "Celana Bolong". Aku menangkapnya, “Wah….Bang Kapten hebat banget! Tapi memang belum beruntung aja. Tetap semangat ya!” Dia menahan tangis. Aku mengikutinya dan duduk di pinggir tangga gedung 2.

Celana Bolong mencoba menghiburnya. Aku memeluknya dan memberikan kata-kata motivasi. Si "Celana Bolong" membuat lelucon tentang tim lawan, Bang Kapten tertawa mendengarnya. Aku selalu memerhatikan mereka berdua. Celana Bolong membuat lawakan (yang menurutku jayus), yang tertawa sudah pasti sahabatnya, Bang Kapten. Aku ikut tertawa bukan karena lelucon Celana Bolong, tapi melihat mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Kemudian aku memotret Bang Kapten dengan posisi termenung seperti itu.

Sebelum aku meninggalkan Bang Kapten, aku memberinya semangat kembali. Razandy mendekat, dan aku pun memberinya ucapan selamat dan menyemangatinya. Kemudian aku pergi karena ada acara lagi. Pada akhirnya aku sedikit menyesal karena tidak memotret Bang Kapten dan Si Celana Bolong lebih banyak. Termasuk Razandy juga.

***

Mungkin kekalahan yang sekarang tidak terlalu menyakitkan bagi Bang Kapten. Mereka sudah bermain dengan bagus dan maksimal, namun takdir menentukan mereka harus kalah.

Aku teringat sebulan sebelumnya, di tempat yang sama, kelas Bang Kapten juga mengalami kekalahan. Mungkin itu hanya pertandingan antar kelas yang tidak begitu bergengsi, tetapi kelas Bang Kapten waktu itu adalah kelas yang diunggulkan karena banyak anak bola di dalamnya. Tetapi di final, kelas Bang Kapten kalah. Mungkin kekalahan itu akan menjadi biasa-biasa saja pada umumnya, tetapi menjadi sangat menyakitkan karena AKU (PURA-PURA) TIDAK MENDUKUNGNYA!

Alih-alih Aku malah sengaja mendukung tim lawan. Mental mereka pun down. Mereka kalah, dan mereka memusuhiku! Sedihnya. Padahal begitu peluit panjang terdengar, yang ingin kulakukan adalah satu, memeluk mereka dan menenangi mereka. Dan mereka pun marah kepadaku. This is the very worst episode of my life.

Setelah itu kami “bermusuhan”. Namun permusuhan itu selesai setelah aku berusaha untuk memaafkan dan menyadari kesalahanku. “Mereka masih anak-anak, Yas. They even didn’t know what they did it’s hurt you,” ujar seorang temanku. Tak lama aku pun akrab kembali dengan mereka. Celana Bolong yang paling sportif dan dia yang paling dewasa (cubit pipi Rey).

Dengan Bang Kapten? Setelah kejadian ini aku menjadi ingin selalu memerhatikannya. Kami menjadi dekat. Dia anak yang baik. He just doesn’t know how to act as a good person. Mungkin terlihat jutek diluarnya, tetapi percaya deh, dia anak yang baik.

Hubungan kami pada awalnya memang biasa-biasa saja. Dia sepupu dari Razandy dan setiap kali aku menegur Razandy, maka aku pun ikut menegurnya. Padahal aku tak pernah mengajarnya sampai kelas 5 sekarang. Hingga akhirnya dia berada di kelas di mana aku menjadi wali kelas kedua. Awalnya pun biasa-biasa saja. 

Di ulang tahunnya, Oktober 2017, entah kenapa tiba-tiba aku merasa ingin memerhatikannya saja. Hal itu datang tiba-tiba. Kemudian kami pun menjadi akrab. Sebagai seorang guru dengan murid dan juga sebagai sahabat.

Empat tahun sebelumnya aku juga akrab dengan seorang anak bernama “A”. Sekarang dia sudah duduk di kelas 3 SMP dan kami jarang berkomunikasi lagi. Dia menjadi anak yang “aneh” dan “liar” bagiku sekarang. Dulu waktu dia kelas 1 sampai kelas 5 aku begitu intens memerhatikannya. Mengajarinya mengaji, membantunya belajar Bahasa Inggris maupun pelajaran lainnya. Lagi-lagi sebenarnya “A” adalah anak yang baik, namun pengaruh lingkungan yang akhirnya membuat dia menjadi “tidak baik”. Kami sempat bermain petasan di rumahnya dan bukber bareng, tetapi aku gagal merengkuhnya saat dia berjalan terlalu jauh dan menjadi liar. Aku segan untuk menegurnya dengan perasaan malu dan memikirkan apa yang akan dikatakan orang lain bila aku terlalu memerhatikannya. Padahal jika kuingat lagi, untuk apa perkataan tidak penting orang-orang itu kuperhatikan, pada akhirnya malah menimbulkan penyesalan tidak bisa menolongnya. Terkadang orang hanya bisa berkomentar pedas yang membuat hati kita menjadi luka. Padahal mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Akan selalu ada orang yang berkomentar pedas untuk setiap kebaikan yang kita lakukan. Just get over it!

Sekarang aku tak ingin hubungan “istimewa” dengan Bang Kapten berakhir seperti “A”. Bang Kapten anak yang baik dan memiliki keluarga yang baik pula. Aku yakin jika dia dikembalikan kepada fitrahnya menuju kebaikan, maka dia akan bisa terus menjadi baik. Aku yakin dan sangat yakin. Aku akan mencoba mengawasinya. Walaupun waktuku bersamanya mungkin tak lebih dari 4 bulan lagi tetapi aku akan mencoba untuk terus berkomunikasi dengannya. Anak yang baik pasti akan menemukan jalan yang baik juga.

Semangat terus ya, Bang Kapten! Aku akan selalu mendukungmu! Kamu hebat! Kamu keren! Dan yang lebih penting, kamu baik! Kamu bisa menjadi lebih baik lagi. Melajulah terus, Bang Kapten! Aku ingin melihat dirimu memegang piala itu dan berkata, “Kemenangan ini kupersembahkan untuk Pak Yass yang ganteng abiss!” Hahahah....***(yas)




Jakarta-Bogor-Bekasi, 23-25th of January 2018
@My room, Mujigae, office, 08.18 am
Persembahan untuk Bang Kapten.
Love you full to the moon and back! 



Ps. Celana Bang Kapten sengaja ditutup emoticon biar nutupin auratnya :)